<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MataSinema</title>
	<atom:link href="http://matasinema.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matasinema.org</link>
	<description>Komunitas Pemerhati Sinema Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 17:43:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>25 TAHUN FESTIVAL FILM BANDUNG 2012</title>
		<link>http://matasinema.org/2012/05/25-tahun-festival-film-bandung-2012/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2012/05/25-tahun-festival-film-bandung-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2012 17:39:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YugoFandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[EVENT]]></category>
		<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[Award]]></category>
		<category><![CDATA[film bagus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=1608</guid>
		<description><![CDATA[Rangkaian kegiatan Festival Film Bandung (FFB) 2012 yang telah berlangsung sejak bulan Maret lalu akhirnya telah sampai pada puncaknya. Sebuah perhelatan akbar malam penganugerahan Festival Film Bandung digelar di Lapangan Gasibu, Sabtu 12 Mei 2012. Alhamdulillah MataSinema diberi kesempatan hadir untuk meliput hajatan tersebut. Sebanyak 87 judul film nasional dan 327 judul sinetron yang beredar<a href="http://matasinema.org/2012/05/25-tahun-festival-film-bandung-2012/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/05/Panggung.jpg"><img src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/05/Panggung.jpg" alt="" title="Panggung" width="217" height="163" class="alignright size-full wp-image-1610" /></a>
<p>Rangkaian kegiatan Festival Film Bandung (FFB) 2012 yang telah berlangsung sejak bulan Maret lalu akhirnya telah sampai pada puncaknya. Sebuah perhelatan akbar malam penganugerahan  Festival Film Bandung digelar di Lapangan Gasibu, Sabtu 12 Mei 2012. Alhamdulillah MataSinema diberi kesempatan hadir untuk  meliput hajatan tersebut.</p>
<p>Sebanyak 87 judul film nasional dan 327 judul  sinetron yang beredar selama periode 2011-2012 menjadi  fokus pengamatan regu pengamat FFB. Dari pengamatan tersebut, dihasilkan 12 nominasi untuk film dan 13 nominasi untuk sinetron. Malam puncak FFB 2012 dihadiri oleh para nominee, aktor, aktris, tokoh-tokoh perfilman serta para pejabat di lingkungan provinsi Jawa Barat termasuk <strong><em>Ahmad Heryawan</em></strong> selaku Gubernur Jawa Barat. Dalam sambutannya kang Aher, begitu panggilan akrabnya, berharap Festival Film Bandung  menjadi Festival Film terbaik di negeri ini dengan segala keunikannya. Seperti yang kita tahu, FFB merupakan Festival Film yang paling konsisten dilaksanakan sejak tahun 1987 dan menggunakan istilah ‘terpuji’ untuk setiap nominasinya. Istilah terpuji ini dimaksudkan sebagai bahwa yang menjadi pilihan juri adalah bukan mutlak yang terbaik, namun mengedepankan penilaian film secara utuh dan padu. FFB 2012 kali ini dibuka dengan penampilan seni tradisional khas Jawa Barat, Jaipongan dan Sisinga’an. Setia Band yang digawangi Charlie Van Houten turut tampil menyanyikan single teranyarnya yang dilanjutkan dengan perform atraktif Cherrybelle dengan single hitsnya “Love is You”. Event FFB 2012 kali ini juga menjadi ajang berkumpulnya para artis nasional seperti Reza Rahadian, Derby Romero, Syahrini, Melly Guslaw, Anto Hoed, Uya Kuya and Family, Indah Dewi Pertiwi , Roy Marteen, Ray Sahetapy, Dedy Mizwar, Acha Septriasa, Andhika Pratama, Narji Cagur, Ruben Onsu, dkk.</p>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/05/Acara.jpg"><img src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/05/Acara.jpg" alt="" title="Acara" width="254" height="253" class="alignleft size-full wp-image-1612" /></a>
<p>Penghargaan pertama adalah Pemeran Pembantu Pria Terpuji yang diraih oleh Surya Saputra dengan perannya dalam film Malaikat Tanpa Sayap. Surya mendedikasikan pialanya itu untuk sang Ibu yang telah mengenalkannya pada dunia seni. Sementara Ira Maya Sopha dengan perannya dalam film Mother Keder berhasil menyabet penghargaan sebagai Pemeran Pembantu Wanita Terpuji. Ira mengaku senang dan bahagia perjuangannya selama ini bisa mendapat hasil, dan ini merupakan piala kedua yang dia dapatkan di ajang FFB. Sedangkan untuk Pemeran Utama Pria Terpuji  FFB 2012 berhasil diraih oleh aktor pendatang baru Qausar HY dalam film Pengejar Angin, produksi Putaar Production &#038; pemprov Sumsel. Sementara nominasi  Pemeran Utama Wanita Terpuji  FFB 2012 berhasil disabet oleh Prissia Nasution dalam film Sang Penari, produksi KG Production, Indika Pictures Les Petites Lumieres, Lynx Films, dan Salto Films. Dan sebagai penghargaan pamungkas adalah Film Terpuji FFB 2012 yang diberikan oleh juri kepada  The Mirror Never Lies produksi Set Films &#038; WWF Indonesia. Film tersebut mengungguli empat nominasi lainnya yaitu &#8220;Sang Penari&#8221;, &#8220;Pengejar Angin&#8221;, &#8220;Di Bawah Lindungan Ka&#8217;bah&#8221;, dan &#8220;Hafalan Shalat Delisa&#8221;. The Mirror Never Lies juga meraih penghargaan terbanyak dalam kategori Film dan Narafilm dengan menggondol empat penghargaan lainnya yaitu Sutradara Terpuji, Penata Kamera Terpuji, Penata Artistik Terpuji, dan Poster Terpuji. Sedangkan untuk kategori Sinetron dan Narasinetron Anak Kaki Gunung juga berhasil menyabet lima penghargaan yaitu Sinetron Terpuji, Pemeran Pembantu Wanita Terpuji, Penulis Skenario Terpuji, Penata Editing Terpuji, dan Penata Kamera Terpuji.</p>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/05/MataSinema-with-Qausar-HY.jpg"><img src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/05/MataSinema-with-Qausar-HY.jpg" alt="" title="MataSinema with Qausar HY" width="189" height="224" class="alignleft size-full wp-image-1615" /></a>
<p>FFB 2012 juga memberikan penghargaan khusus untuk pencapaian seumur hidup atau &#8220;Life Time Achievement&#8221; kepada aktor senior Slamet Rahardjo dan aktris kawakan Aminah Cendrakasih. Aminah diwakili oleh putrinya untuk menerima penghargaan tersebut karena sedang sakit. Sedangkan Slamet Rahardjo menyatakan penghargaan tersebut diterimanya karena kecintaan terhadap bidang perfilman. &#8220;Tidak ada kebahagiaan selain ketika apa yang kita lakukan bermanfaat bagi orang lain. Modal kami hanyalah kecintaan terhadap apa yang kami geluti,&#8221; ujarnya. Selain itu, diberikan juga penghargaan khusus Pemeran Anak Terpuji kepada Chantiq Schagerl yang perannya sangat menginspirasi dalam film Hafalan Shalat Delisa.</p>
<p>Redaktur: Yugo Fandita</p>
<p>Foto: Buchory &#038; Agus Kevin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2012/05/25-tahun-festival-film-bandung-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Hari Film Nasional</title>
		<link>http://matasinema.org/2012/04/tentang-hari-film-nasional/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2012/04/tentang-hari-film-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Apr 2012 14:05:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[OPINI]]></category>
		<category><![CDATA[hari film nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=1592</guid>
		<description><![CDATA[Agak terlambat memang, namun MataSinema mencoba menyambut Hari Film Nasional 30 Maret lalu dengan sebuah tulisan sederhana. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru bagi kita semua, amien. MENGAPA 30 MARET &#160; Pada tanggal tersebut ternyata merupakan hari pertama pengambilan gambar film “Darah dan Do’a” atau “Long March of Siliwangi” yang disutradarai Usmar Ismail. Ini merupakan<a href="http://matasinema.org/2012/04/tentang-hari-film-nasional/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Agak terlambat memang, namun MataSinema mencoba menyambut Hari Film Nasional 30 Maret lalu dengan sebuah tulisan sederhana. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan baru bagi kita semua, amien.</p>
<p><strong>MENGAPA 30 MARET</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img title="http://www.boleh.com/media_files/media/2011/03/01/3YMzSE_Darah-dan-Doa-(1950)-dok.-sinematek-indonesia-_480x320.jpg" src="http://www.boleh.com/media_files/media/2011/03/01/3YMzSE_Darah-dan-Doa-(1950)-dok.-sinematek-indonesia-_480x320.jpg" alt="" width="480" height="320" /><p class="wp-caption-text">Sumber Foto : Boleh.com</p></div>
<p></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada tanggal tersebut ternyata merupakan hari pertama pengambilan gambar film “Darah dan Do’a” atau “Long March of Siliwangi” yang disutradarai Usmar Ismail. Ini merupakan film lokal pertama yang bercirikan Indonesia, disutradarai orang Indonesia asli dan dilahirkan dari perusahaan film milik orang Indonesia asli. Oleh karena itu tanggal tersebut dipilih sebagai Hari Perfilman Nasional.</p>
<p><strong>PERKEMBANGAN FILM NASIONAL</strong></p>
<p>Film nasional pada masa kini memang sudah tak mati suri seperti pada tahun 90-an. Dari dulu hingga kini ada saja kita dengar film nasional mendapat penghargaan pada ajang internasional. Sebut saja “Petualangan Sherina”, “Pasir Berbisik”, “Opera Jawa”, “Laskar Pelangi” dan yang terbaru adalah “The Raid”. Jenis-jenis penghargaan yang diperoleh juga beragam, diantaranya FFAP (Vietnam), Deauville (Perancis), Hongkong International Film Awards, Asia Pacific Film Festival,  dan Dublin International Film Festival.</p>
<p>Berdasarkan data badan PBB UNESCO, pada 2011 jumlah produksi film Indonesia per tahunnya rata-rata sebanyak 102 film. Sedangkan, India sebanyak 1.288 film, Amerika Serikat 694, Cina 475, Australia 45, Jepang 448, Rusia 253, Inggris 126, Mesir 46, dan Brasil 84 film. Jika dibandingkan dengan 2010, terdapat sedikit peningkatan di mana jumlah film nasional yang di produksi tercatat 100 buah judul film. Namun, jika dipandang dari sisi jumlah penonton, sayangnya belum banyak perubahan menggembirakan.</p>
<p>Dari 102 film yang ditayangkan di Indonesia tahun lalu, penontonnya diperkirakan 0,24 persen saja dari jumlah penduduk. Minimnya jumlah penonton itu terkait dengan jumlah bioskop di Indonesia. “Saat ini tercatat 172 bioskop dengan 676 layar di seluruh Indonesia,” kata Ukus Kuswara, direktur jenderal Nilai Budaya dan Seni Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ia mengaku, pemerintah masih berupaya menarik minat investor untuk membangun bioskop di daerah-daerah.</p>
<p>Menurut pengamat film Indonesia Isa Alamsyah, saat ini rekor penonton untuk satu film rata-rata hanya 700 ribu penonton. Beberapa film memang mampu mencatat angka fantastis. Misalnya, “Laskar Pelangi” mampu meraih lima juta penonton pada 2008 dan “Ayat-Ayat Cinta” sukses menggaet tiga juta penonton pada tahun yang sama. Adalah film “Surat Kecil untuk Tuhan” dan “Arwah Goyang Karawang” yang mampu meraih predikat  film terlaris pada 2011. “Kondisi ini sudah pasti semakin mempersulit para sineas dan produser film Indonesia untuk meraih keuntungan dalam jumlah menggembirakan,” ujar Isa.</p>
<p>Para pelaku dunia perfilman seharusnya mampu memutar otak dan menggali kreativitas demi membuat film berbujet rendah, tapi tetap menarik minat pe nonton. Menurutnya, banyak contoh film low budget di Hollywood yang meski modalnya paspasan, ternyata mampu menggebrak pasar box office internasional. “Paranormal Activity” yang tayang pada 2007, misalnya, hanya bermodalkan 15 ribu dolar AS atau sekitar Rp 135 juta. Namun, film ini meraup untung hingga 10 ribu kali lipatnya dengan total keuntu ngan 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,3 triliun. Menurut Isa, kekuatan pada ide cerita dan tidak semata mengikuti ke mana tren penonton mengalir dapat membawa perubahan positif dalam perkembangan film di Tanah Air.</p>
<p><strong>SELERA PASAR VS KUALITAS</strong></p>
<p>Pengajar kelas akting di Universitas Bina Nusantara, Adri Prasetyo, berpendapat masalah yang dihadapi film nasional saat ini sudah terlalu kompleks. Ia berkeyakinan, saat ini teknologi dan kemampuan para sutradara, pemain, dan orang-orang yang bergerak di belakang layar pembuatan film sudah jauh berkualitas dibandingkan era 80-an lalu. Sayangnya, ungkap Adri, pengoptimalan kreativitas para sineas justru tersandera dilema ingin membuat film yang bagus atau laku? Kalau sudah begitu, masalah untung-rugi dan balik modal akan berhadapan dengan idealisme pembuat film. Menurutnya, pola pikir yang memperkirakan sebagian besar masyarakat Indonesia enggan menonton film yang mikir dan lebih senang film yang santai, tidaklah sepenuhnya tepat. “Jangan terlalu menyepelekan kemampuan intelektual para penonton film saat ini,” ujar Adri. Cara menyajikan film yang mengandung pesan kepada para penontonlah, yang disebut Adri, menjadi kunci sekaligus tantangan terbesar para pembuat film.</p>
<p>Meski mengakui kompleksnya permasalahan yang menghambat kemajuan perfilman Indonesia, Adri masih optimistis film Indonesia dapat bangkit. Tentunya, apabila mendapat dukungan dari semua lini yang terlibat. “Mulai dari pelaku, produser, sampai pemerintah. Dengan visi membuat film berkualitas, apresiasi masyarakat pasti akan datang dengan sendirinya,” lanjutnya.</p>
<p><strong>SENEWEN DI NEGERI SENDIRI</strong></p>
<p>Kurangnya apresiasi masya rakat pada film negeri sendiri juga diakui oleh aktor Iko Uwais. Iko, yang menjadi pemeran utama film “Merantau” dan “The Raid” ini mengaku, selama ini para penonton Indonesia kebanyakan terasa enggan memuji film yang berkualitas <em>made in Indonesia</em>.</p>
<p>“Kalau film Hollywood atau luar negeri pada umumnya, penonton berlomba-lomba memuji. Tapi kalau film Indonesia, mudah sekali mengkritik. Kalau filmnya bagus, mereka gengsi untuk memuji,” ujar Iko. Itulah yang membuatnya <em>senewen </em>ketika film yang ia mainkan akan tayang di depan publik sendiri ketimbang penonton luar negeri. Penonton di luar, disebut Iko, lebih jujur dalam memberikan penilaian serta apresiasi mereka terhadap suatu karya. Selama pembuatan, Iko sempat terpikirkan perkataan dari produser film “The Raid”, Ario Sagantoro, bahwa membuat film di Indonesia pada umumnya adalah judi. Setelah sukses mendapat penghargaan di berbagai festival, seperti Toronto Festival, Busan International Film Festival, dan Festival Film Sundance, “The Raid” akan mencoba peruntungannya dalam merebut hati penonton Indonesia. Iko yang juga berprofesi sebagai guru silat berharap makin banyak film yang mengangkat budaya Indonesia. Menurutnya, pasca “Laskar Pelangi” dan “Merantau”, sedikit sekali film Indonesia yang mengangkat kebudayaan asli Indonesia sebagai kekuatan utama dalam alur cerita film.</p>
<p><strong>FILM NASIONAL DI MATA EDDIS ADELIA</strong></p>
<p><strong><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/04/Dek-Eddies-Adelia.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1596" title="Dek Eddies Adelia" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/04/Dek-Eddies-Adelia-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" /></a><br />
</strong></p>
<p>Dalam sebuah kesempatan ketua MataSinema, Boby Satya berhasil melakukan wawancara dengan salah seorang pemain film nasional, yaitu Eddis Adelia.</p>
<p><strong>Apa komentar Eddis tentang perkembangan film nasional?</strong></p>
<p><em>&#8220;Menurut saya perkembangan film nasional saat ini bisa dibilang sangat maju, karena bisa dilihat di bioskop-bioskop selalu menayangkan film lokal dan juga film kita bisa berprestasi di kancah internasional.&#8221;</em></p>
<p><strong>Boleh tahu apa film nasional favorit Eddis?</strong></p>
<p>&#8220;<em>Zaman dulu suka film Cut Nyak Dien, karena itu film sejarah yg sangat bagus dan berkualitas, dibintangi aktris dan aktor kawakan papan atas dan juga ditayangkan diluar negeri&#8221;</em></p>
<p><strong>Apa saran dan harapan Eddis untuk perfilman nasional?</strong></p>
<p><em>Semoga di tahun-tahun mendatang banyak diproduksi film-film yang berkualitas dan dikurangi film-film horor yang mengumbar aurat dan adegan porno. Film The Raid bagus dan di USA sekarang menempati rangking 11 box office, tapi menurut saya banyak mengandung unsur kekerasan jadi anak dibawah umur sebaiknya belum boleh menonton.</em></p>
<p><em><br />
</em></p>
<p><strong>FILM NASIONAL DI MATA  OKI SETIANA DEWI</strong></p>
<p><strong><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/04/IMG00147-20120311-1415.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1597" title="IMG00147-20120311-1415" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/04/IMG00147-20120311-1415-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></p>
<p>Sebagai orang yang terlibat di dunia industri perfilman Indonesia, Oki Setiana Dewi (OSD) menilai semakin hari semakin berkembang dengan pesatnya di banding beberapa tahun belakangan yang di awali dengan munculnya film Petualangan dan Ada Apa Dengan Cinta (AADC) yang kemudian terus di ikuti banyak film-film Indonesia dan saat ini film Indonesia mulai menguasai di sejumlah bioskop di Indonesia dan mampu menggeser dominasi film-film Hollywood, di Indonesia sendiri sempat marak film bergenre horor kemudian beralih ke film Religi lalu film bergenre action dan OSD melihat dari segi sinematografi maupun cerita film semakin hari film Indonesia semakin menarik dan layak untuk ditonton, entah apapun itu jenisnya baik film bergenre religi maupun film action yang belakangan sedang booming di Indonesia, film genre action Indonesia saat ini sudah mulai bangkit dengan kualitas yang lebih baik dibanding beberapa tahun silam, yang didukung dengan actor dan aktris yang memerankannya dengan apik. dan OSD mengagumi itu.</p>
<p><strong>MataSinema di mata OSD</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Hadirnya Matasinema yang kerap membuat resensi film mana saja yang baik dan layak untuk ditonton untuk semua kalangan,  OSD sendiri mendukung hadirnya MataSinema dengan selalu mengikuti perkembangan Matasinema dengan membaca resensi film yang di tulis oleh sahabat Matasinema yang berkecimpung dalam pemerhati Sinema Indonesia dengan objektif sebelum menonton film tertentu, Matasinema diharapkan mampu mengarahkan kepada khalayak masyarakat bahwa film yang baik adalah bukan yang film yang hanya sekedar menjadi tontonan masyarakat semata, melainkan juga menjadi tuntunan masyarakat setelah menonton film yang baik, OSD berharap kepada para penikmat, kritikus, maupun pemerhati sinema Indonesia khususnya MataSinema agar terus mendukung film yang yang baik dengan menulis Resensi film se objektif mungkin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Harapan OSD di Hari Film Nasional</strong></p>
<p>Semua pihak mulai dari Sutradara, produser, pemain, penikmat film, hingga kritikus film harus saling bersinergi dan bekerja sama untuk membuat dan mendukung karya film yang baik, karena tidak mungkin akan menghasilkan film yang baik ketika film itu tidak ditulis dengan scenario yang baik, pemainnnya tidak memerankan adegan dengan baik, atau bahkan tidak adanya penonton dan kritikus film yang objektif seperti halnya Matasinema ataupun kritikus-kritikus yang lain, kesinambungan atau sinergi dari semua pihak sangat dibutuhkan untuk menghasilkan karya film yang luar biasa yang tidak hanya bertujuan untuk meraih profit semata, melainkan pembuat film juga harus berorientasi mengedepankan ilmu dan hikmah pelajaran berharga yang bisa dipetik setelah menonton film yang ia buat. hal terpenting lainnya adalah adanya apresiasi, saran dan kritik dari para penikmat pemerhati film Indonesia karena tanpa adanya apresiasi yang baik dan kritik yang membangun akan sangat jauh film itu disebut film yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Film NAsional yang paling bagus versi OSD</strong></p>
<p>Tidak sulit untuk menyebut film mana yang OSD anggap bagus, banyak sekali film nasional yang OSD sukai, Emak Ingin naik Haji salah satunya, selain karena ceritanya yang sangat bagus juga waktu itu OSD belum pernah berangkat ke tanah suci hingga tiada hentinya OSD menitikkan air mata penuh harapan dapat berkunjung ke Baitullah sepanjang film itu diputar, selain karena dimainkan oleh pemain sekelas Reza Rahadian dengan baik sehingga film ini sepantasnya mendapatkan banyak sekali nominasi penghargaan,  belum lama ini OSD juga menonton film Negeri 5 Menara yang di adopsi dari novel fenomenal karya A Fuadi dengan judul yang sama, meskipun diperankan oleh pemain baru tapi para pemainnya mampu memerankannya secara natural seolah sedang tidak berakting  hingga membuat OSD terkagum-kagum di samping ceritanya juga sangat dekat dengan kehidupan OSD. Tentu tidak kalah bagus dari film-film Nasional lainnya adalah film yang saya mainkan sendiri yaitu film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) karena semua orang mengakui banyak sekali ilmu dan pesan hikmah yang dapat diambil tanpa harus membaca buku kita dapat mengambil pelajaran tentang Islam setelah menonton film KCB.</p>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/04/IMG00153-20120311-1459.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1598" title="IMG00153-20120311-1459" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/04/IMG00153-20120311-1459-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>Ditulis oleh <a href="http://www.facebook.com/yugo.fandita">Yugo Fandita</a> dan <a href="http://www.facebook.com/bobysatya">Boby Satya</a></p>
<p><em>Sumber Tulisan: Harian Republika</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2012/04/tentang-hari-film-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BEDAH FILM CINTA SUCI ZAHRANA</title>
		<link>http://matasinema.org/2012/03/bedah-film-cinta-suci-zahrana/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2012/03/bedah-film-cinta-suci-zahrana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 10:03:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>buchory zaelany</dc:creator>
				<category><![CDATA[NEWS]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[kang abik]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[sinema]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=1580</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tidak ingin dirinya dicintai …? Pernyataan itu membuat Susana ruang Anggrek Istora Senayan menjadi hening sejenak. Itulah kalimat yang terlontar dari Kang Abik ketika menjawab pertanyaaan salah satu audiens yang bertanya “Mengapa selalu tema CINTA yang hampir ada di semua karya fenomenal Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik)…? Pertanyaan itu langsung disambut gemuruh tawa yang membahana<a href="http://matasinema.org/2012/03/bedah-film-cinta-suci-zahrana/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: center;"><strong><em>Siapa yang tidak ingin dirinya dicintai</em></strong> …?</p>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Pernyataan itu membuat Susana ruang Anggrek Istora Senayan menjadi hening sejenak. Itulah kalimat yang terlontar dari Kang Abik ketika menjawab pertanyaaan salah satu audiens yang bertanya <em>“Mengapa selalu tema CINTA yang hampir ada di semua karya fenomenal Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik)…?</em></p>
<p style="text-align: left;"><em><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/03/DSCF2509.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1582" title="DSCF2509" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/03/DSCF2509-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</em></p>
<p style="text-align: left;">Pertanyaan itu langsung disambut gemuruh tawa yang membahana beberapa audiens yang hadir termasuk saya bersama Sahabat Matasinema-CinemaWatch yang diberi kesempatan hadir dalam acara bedah film Cinta Suci Zahrana hari minggu kemarin di Ruang Anggrek Istora Senayan yang bertepatan dengan penutupan Islamic Book Fair 2012. Dan yang turut hadir bersama Kang Abik adalah aktris <strong>Meyda Sefira</strong> yang berperan sebagai Dewi Zahrana.</p>
<p style="text-align: left;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/03/DSCF2514.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1583" title="DSCF2514" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/03/DSCF2514-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Dengan gaya santai khas Kang Abik menjawab pertanyaan salah satu audiens: “<em>Dengan kata CINTA akan mudah diterima oleh siapapun tanpa mengenal batas usia,status, ataupun jabatan. Karena sudah menjadi takdir Allah SWT antara Cinta danManusia itu memang tidak dapat di pisahkan. Namun tanpa mengurangi visi syiar dakwah dengan media yang saya kembangkan baik buku maupun film selalu saya sisipkan content hal ikhwal syariat ubudiyah tanpa sedikitpun merasa menggurui siapapun seperti buku-buku saya sebelumnya, saya memperkenalkan Qiro’ah Sab’ah,(Metode Qiro’ah Tujuh Imam) kaidah-kaidah ilmu Fiqih, sampai syariat Munakahat (Pernikahan) sebagaimana yang akan tersaji dalam film CSZ yang menjadi fokus permasalahan atau konflik yang di alami Zahrana sepanjang filmnya nanti,</em>”</p>
<p>CINTA SUCI ZAHRANA merupakan novelet atau novel edisi Romance yang berjudul TAKDIR CINTA ZAHRANA, Adikarya Habiburrahman El-Shirazi yang sangat fenomenal. kalau anda pembaca setia karya-karya Kang Abik, tentu sangat tahu novel “Dalam Mihrab Cinta” yang berisikan tiga novelet <strong><em>“Dalam Mihrab Cinta, Takbir Cinta Zahrana, dan Mahkota Cinta”</em></strong> .</p>
<p>Kisah Zahrana itu sendiri di ilhami dari sekeliling saya pribadi (Kang Abik) yang kerap kali diminta untuk mencarikan pasangan hidup yang secantik <strong><em>Sofia</em></strong> dalam novel <strong><em>Bumi Cinta</em></strong>, seteguh Syamsul dalam novel <strong><em>Dalam Mihrab Cinta</em></strong>, sesabar<strong><em> Fakhry</em></strong> dan  setegar <strong><em>Aisyah</em></strong> dalam novel <strong><em>Ayat-Ayat Cinta</em></strong>, atau bahkan setangguh <strong><em>Khoirul Azam </em></strong>dan seanggun <strong><em>Anna Althafunnisa</em></strong> dalam novel <strong><em>Ketika Cinta Bertasbih</em></strong>. Disisi lain ada sosok Zahrana yang amat pelik dalam hal urusan jodoh .</p>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/03/DSCF2530.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1585" title="DSCF2530" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/03/DSCF2530-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>Film ini berkisah tentang seorang perempuan cerdas bernama Zahrana yang sibuk menuntut ilmu hingga mendapat banyak prestasi dan penghargaan dalam negeri maupun luar negeri. Setelah Zahrana menyelesaikan studi S2 di Beijing, Zahrana pulang ke kampung halaman. Namun prestasi yang gemilang itu tidak membuat kedua orang tuanya bangga ketika di usianya yang ke 34 Zahrana belum juga mendapatkan pendamping hidup (suami). Zahrana masih berstatus gadis. Dan disinilah awal konflik terjadi&#8230;.</p>
<p><em>Siapakah Rahmad,  benarkah Rahmad akan menikahi Zahrana…?</em></p>
<p><em>Siapakah Hasan,  Benarkah hanya sekedar Mahasiswa yang jatuh cinta pada dosennya (Zahrana)…?</em></p>
<p><em>Siapakah pak Sukarman, Kenapa Zahrana menolak Lamaran Pak Sukarman..?</em></p>
<p>Lantas bagaimanakah <strong>CINTA SUCI ZAHRANA</strong> sesungguhnya….?</p>
<p>Penasaran dengan kisah lengkapnya? Tunggu  saja filmnya…!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2012/03/bedah-film-cinta-suci-zahrana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film Negeri Lima Menara : Kekuatan MAN JADDA WAJADA</title>
		<link>http://matasinema.org/2012/03/film-negeri-lima-menara-kekuatan-man-jadda-wajada/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2012/03/film-negeri-lima-menara-kekuatan-man-jadda-wajada/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Mar 2012 14:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boby Satya</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=1563</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Alhamdulillahirabbal’alamin pada Ahad, 19 Februari 2012 Matasinema mendapatkan kesempatan untuk menghadiri preview Film “Negeri 5 Menara” yang bertempat di XXI Gandaria City. Film “Negeri 5 Menara” akhirnya mulai bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang akan tayang pada 1 Maret 2012 nanti. Film yang diangkat dari Novel Fenomenal “Negeri 5 Menara” Karya Bang Fuadi ini<a href="http://matasinema.org/2012/03/film-negeri-lima-menara-kekuatan-man-jadda-wajada/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 428px"><img class=" " title="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/02/poster-film-negeri-5-menara-n5m-696x1024.jpg" src="http://the-marketeers.com/wp-content/uploads/2012/02/poster-film-negeri-5-menara-n5m-696x1024.jpg" alt="" width="418" height="614" /><p class="wp-caption-text">Sumber Foto : the-marketeers.com</p></div>
<p>Alhamdulillahirabbal’alamin pada Ahad, 19 Februari 2012 <a href="http://matasinema.org">Matasinema</a> mendapatkan kesempatan untuk menghadiri preview Film “<a href="http://negeri5menara.com/">Negeri 5 Menara</a>” yang bertempat di XXI Gandaria City.</p>
<p>Film “Negeri 5 Menara” akhirnya mulai bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia yang akan tayang pada 1 Maret 2012 nanti. Film yang diangkat dari Novel Fenomenal “Negeri 5 Menara” Karya <strong>Bang Fuadi</strong> <em> ini s</em>udah lama ditunggu oleh insan perfilman tanah air. Bahkan MataSinema dan YISC Al-Azhar yang kerap mengadakan acara Nonton Bareng telah mendiskusikan rencana nonton bareng film ini sejak santer bahwa film tersebut sedang digarap dan akan tayang.</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 570px"><img class=" " title="http://www.kawankumagz.com/articleFoto/Film_Negeri_5_Menara_tayang_1_Maret!2.jpg" src="http://www.kawankumagz.com/articleFoto/Film_Negeri_5_Menara_tayang_1_Maret!2.jpg" alt="" width="560" height="373" /><p class="wp-caption-text">Sumber Foto : kawankumagz.com</p></div>
<p>Semua kesempatan dan berkah memang datang dari ALLAH di mana saja dan kapan saja. Tak hanya menonton GRATIS film fenomenal ini, <strong>Mas Boby</strong> dan <strong>Ricky Cahyana</strong> pun mendapat gratis Novel „Negeri 5 Menara“ Edisi Cover Film.</p>
<p>Selepas menonton, saya diperkenalkan ke Bang Fuadi oleh Mas Ricky, Alhamdulillah Bang Fuadi langsung menyatakan bahwa beliau telah membuka website <a href="http://www.matasinema.org/" target="_blank">www.MataSinema.org</a> dan salut atas konsep yang diusung oleh MataSinema. Sebenarnya saya pun telah berkenalan dengan Bang Fuadi ketika saya beli Novel Negeri 5 Menara di salah satu stand bazar di Parkiran Masjid Agung Al-Azhar, Kebayoran, Blok M, Jakarta Selatan beberapa bulan lalu. Saat itu saya sempat berdiskusi ke Bang Fuadi tentang kemungkinan beliau <em>sharing</em> pengalaman di YISC Al-Azhar, sambil tentunya saya meminta tanda tangan beliau di novel saya.</p>
<p>Seperti halnya Novel Ketika Cinta Bertasbih dan Ayat-Ayat Cinta karya Kang Abik yang juga telah di-film-kan, rata-rata penikmat film yang telah hafal novelnya, tentu akan terus membandingkan visualisasi dalam film dengan keutuhan cerita yang terdapat dalam novel. Maka, beruntunglah saya belum pernah sampai hafal bahkan tamat membaca ketiga novel yang di-film-kan ini sehingga saya nyaman membebaskan pikiran saya untuk konsentrasi menonton filmnya.</p>
<p>Seperti halnya yang terdapat dalam novel, <strong>Negeri 5 Menara The Movie</strong> memulai cerita dengan menggambarkan pertentangan antara keinginan Alif dengan orang tuanya mengenai kelanjutan pendidikan selepas sekolah menengah. Tokoh Alif yang diperankan oleh <strong>Gazza Zubizareta</strong> bermain cukup apik dan natural, layak diacungi jempol. Apalagi mendengar proses terpilihnya Gazza sebagai pemeran utama film ini cukup menarik. Dalam wawancara dengan Mas Ricky, Gazza menceritakan bahwa awalnya Ia berjalan-jalan diseputar Taman Ismail Marzuki, tiba-tiba ditawari untuk <em>casting</em> oleh seseorang yang menilai wajahnya sangat pas dengan tokoh Alif dalam film Negeri 5 Menara dan Ia mengaku sangat terkejut ketika terpilih untuk memerankan tokoh<strong> Alif Fikri</strong>.</p>
<p>Berbeda dengan proses seleksi bintang film Ketika Cinta Bertasbih yang banyak diikuti oleh penggila novelnya, bintang-bintang film Negeri 5 Menara The Movie yang Mas Boby wawancarai menyatakan bahwa mereka belum pernah membaca novel Negeri 5 Menara sebelum terlibat dalam proyek pembuatan filmnya, termasuk juga Mas <strong>Affandi Abdul Rachman</strong>, sang sutradara. Saat pertama kali beliau ditawarkan untuk menjadi sutradara film ini, beliau mengakui bahwa meskipun beliau mengetahui novel tersebut dan telah membelinya, namun belum membacanya. Akhirnya Mas Affandi meminta waktu kepada Sang Produser untuk menerima atau tidak tawaran yang diberikan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 486px"><img title="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/headline/476x238/0000387524.jpg" src="http://klimg.com/kapanlagi.com/p/headline/476x238/0000387524.jpg" alt="" width="476" height="238" /><p class="wp-caption-text">Sumber Foto : kapanlagi.com</p></div>
<p>Yang menarik dari wawancara Mas Boby dari Mas Affandi adalah ketika beliau menceritakan bahwa beliau pernah kesal dengan Bang Fuadi karena konsep “<em><strong>MAN JADDA WAJADA</strong></em>” (Siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil) yang menjadi inti utama cerita novel tersebut. Mas Affandi menceritakan, bahwa beliau dan tim telah mensurvey sampai 100 pesantren untuk memilih tempat yang paling cocok dengan latar belakang cerita dalam novel.</p>
<p>“Banyak lagi hal-hal menarik yang <em>bener-bener</em> kayaknya kita harus menerapkan <em>tuh</em> ‘MAN JADDA WAJADA’ makanya, <em>kalo gue</em> menemukan kesulitan langsung<em> gue</em> telepon Bang Fuadi, lu sih nih nulis novelnya MAN JADDA WAJADA <em>mulu</em> jadi kita yang bikin film ikut-ikutan,” begitulah seloroh Mas Affandi.</p>
<p>Selain Gazza sebagai Alif, menurut Mas Boby yang layak diberikan <em>credit point </em>lebih ada pada tokoh <strong>Baso Salahuddin</strong> yang diperankan oleh <strong>Billy Sandy</strong>. Billy Sandy memainkan peran nyaris sempurna sebagai anak yatim-piatu yang memiliki kesaktian <em>photographic memory</em>. Baso yang berasal dari Gowa, Sulawesi memiliki logat khusus dan cukup natural diperankan oleh Billy ditambah lagi ke-natural-an Baso sebagai anak cerdas yang bertekad kuat menghafal Al-Qur’an. Menurut Billy, adegan menarik dan dianggap paling sulit olehnya adalah ketika memerankan Baso saat proses latihan dan pertandingan Lomba Pidato Bahasa Inggris. Seru, kocak dan inspiratif. <em>Man Jadda Wajada! </em></p>
<p>Dengan tidak mengecilkan peran pemain lainnya, Mas Boby sangat tertarik dan salut dengan peran ciamik yang dimainkan oleh <strong>Ikang Fawzi</strong>. Salah seorang <em>rocker</em> Indonesia yang belakangan sering bermain film (baru-baru ini juga bermain di film Malaikat Tanpa Sayap-red.), sangat cerdas dan elegan memainkan peran<strong> Kiai Rais</strong>. Penampilan, <em>Body Language</em> dan juga dialek yang dilakukan Ikang sangat mengena banget dan membawa penonton menjadi terhanyut, seolah-olah beliau memang Kiai sesungguhnya.</p>
<p>Secara umum, hampir keseluruhan rangkaian film “Negeri 5 Menara The Movie” tidak memiliki hal yang perlu menjadi catatan kekurangan. Dari segi sinematografi pun, Mas Boby tidak melihat ada sesuatu yang perlu dikritisi. Dalam wawancara Mas Boby dengan Mas Affandi, beliau sangat tidak ingin film ini dianggap sebagai film religi dan hanya ditonton oleh orang ISLAM saja.</p>
<p>“Film yang sarat makna dan pesan positif bagi semua insan manusia ini, diarahkan oleh Mas Affandi sebagai film nasional yang tidak dimonopoli oleh nuansa religi ISLAM saja, meskipun berlatar belakang kehidupan pesantren.,” kata Mas Affandi.</p>
<p>“Bagi saya, pembuatan film ini adalah sekolah terbesar bagi saya dalam dunia film. Saya berharap film ini bisa ditonton oleh semua kalangan dan semua orang tanpa pandang bulu lalu mendapatkan manfaat positif untuk berkembang. Man Jadda Wajada” kata Mas Affandi Abdul Rachman, Sutradara Negeri 5 Menara The Movie menutup wawancaranya dengan MataSinema CinemaWatch.</p>
<p>Selamat menonton dan lakukanlah MAN JADDA WAJADA. Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Sungguh Tuhan Maha Mendengar“ (Quotes dari Pembatas Buku Novel „Negeri 5 Menara“ Edisi Cover Film).</p>
<p>MataSinema CinemaWatch <strong>sangat merekomendasikan</strong> film ini untuk ditonton oleh semua kalangan, dan semoga bisa menjadi inspirasi bagi semangat juang meraih kehidupan bagi setiap orang yang menontonnya.</p>
<p><em>Film Negeri 5 Menara</em></p>
<ul>
<li><em>KG PRODUCTION bersama MILLION PICTURES</em></li>
<li><em>diangkat dari Novel Bestseller Karya A. Fuadi “NEGERI 5 MENARA”.</em></li>
<li><em>Durasi 120 menit ini</em></li>
</ul>
<p><em>Pemain:</em></p>
<p><em>Andhika Pratama, Donny Alamsyah, Lulu Tobing, David Chalik,Ikang Fawzi, Gazza Zubizareta (Alif), Billy Sandy (Baso), Ernest Samudera (Said), Rizki Ramdani (Atang), Jiofani Lubis (Raja), Aris Putra (Dulmajid) dan Eriska Rein (Sarah).</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2012/03/film-negeri-lima-menara-kekuatan-man-jadda-wajada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Belajar Hidup dari Delisa Cilik</title>
		<link>http://matasinema.org/2012/01/belajar-hidup-dari-delisa-cilik/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2012/01/belajar-hidup-dari-delisa-cilik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 16:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YugoFandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Delisa]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[film bagus]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Relijius]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Salam semangat Sahabat MataSinema!  Kali ini saya ingin berbagi tentang satu film yang bagi saya pribadi sangat menggugah dan penuh pelajaran hidup  Jujur saja, kesempatan untuk mereview film ini sebenarnya di luar dugaan saya ! Apalagi juga diundang nonton Premiere-nya di Planet Holywood pada Selasa, 20 Desember 2011 lalu, alhamdulillah yaa  Soo, mari kita simak<a href="http://matasinema.org/2012/01/belajar-hidup-dari-delisa-cilik/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wave.gif' alt='(highfive)' class='wp-smiley' /> Salam semangat Sahabat MataSinema!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kali ini saya ingin berbagi tentang satu film yang bagi saya pribadi sangat menggugah dan penuh pelajaran hidup  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Jujur saja, kesempatan untuk mereview film ini sebenarnya di luar dugaan saya ! <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> Apalagi juga diundang nonton Premiere-nya di Planet Holywood pada Selasa, 20 Desember 2011 lalu, alhamdulillah yaa  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/joyful.gif' alt=':-))' class='wp-smiley' />  Soo, mari kita simak yuk film nasional terbaru ini :) Hafalan Shalat Delisa, seperti beberapa film lain yang diadaptasi dari novel best seller, tentunya sudah punya <em>fan base </em>sebelum film ini diproduksi. Salah satu fans novelnya adalah sayaa  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> Berlatar belakang pantai Lhok Nga di tanah Aceh yang permai, terdapat sebuah keluarga yang sangat menginspirasi. Delisa (<strong>Chantiq Schagerl</strong>) adalah anak bungsu di keluarga itu yang agak nakal namun sangat peduli dengan keluarga dan teman-temannya  (cozy). Dia mempunyai tiga orang kakak perempuan yaitu si sulung Fatimah (<strong>Ghina Salsabila</strong>), dan si kembar Aisyah (<strong>Reska Tania Aprialdi</strong>) dan Zahra (<strong>Riska Tania Aprialdi</strong>). Sang ibu, ummi Salamah (<strong>Nirina Zubir</strong>) mesti sendirian mengurus ketiga orang putrinya karena sang ayah, abi Usman (<strong>Reza Rahardian</strong>) sedang bertugas di kapal tanker perusahaan minyak internasional. Hari-hari Delisa penuh keceriaan di tengah kesederhanaan hidup masyarakat Lhok Nga.</p>
<div id="attachment_829" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/01/Premiere-Planet-Holywood.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-829  " title="Premiere Hafalan Shalat Delisa @Planet Holywood" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/01/Premiere-Planet-Holywood-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sahabat MataSinema bersama Reza Rahardian</p></div>
<p>Delisa mempunyai teman setia bernama Tiur dan ia selalu menyemangatinya ketika Tiur mengalami musibah atau saat dijahili Umam, temannya yang nakal. Delisa yang berumur 7 tahun kala itu adalah anak yang selalu mengharapkan hadiah atas segala tugas  yang dilakukannya. Dan kali ini sebuah kalung berinisial &#8220;D&#8221; yang akan menjadi hadiah untuknya jika lulus ujian hafalan shalat. Sebuah cerita dramatis pun dimulai saat hari itu tiba, hari ketika tsunami menghantam dengan ganas pantai Lhok Nga, Aceh serta beberapa negara Asia Tenggara, yang juga hari ujian hafalan shalat delisa. Bagaimana kisah selanjutnya? Makanya nonton yaa..  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>Karakter yang menyatu</h3>
<div id="attachment_806" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/12/Promo-Delisa-Botani-Square.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-806  " style="border-image: initial; margin: 1px;" title="Promo Hafalan Shalat Delisa @ Botani Square bersama Chantiq Schagerl (Delisa)" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/12/Promo-Delisa-Botani-Square-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: dokumentasi Ricki Cahyana</p></div>
<p>Bagaimana kualitas para aktor dan aktris film Hafalan Shalat Delisa? Mantaabb! (banana_cool) Semua karakter utama berhasil diperankan dengan alami oleh mereka, saya penasaran bagaimana cara memilih orang-orang yang tepat dari sekian banyak aktor &amp; aktris yang ada&#8230;(thinking) Tentu saja yang paling menggemaskan adalah Delisa yang diperankan oleh Chantiq  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/heart.gif' alt='(heart)' class='wp-smiley' />  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/joyful.gif' alt=':-))' class='wp-smiley' />  Setahu saya ini adalah film bioskop pertama yang dimainkannya dan secara menakjubkan karakter Delisa yang periang dan peduli benar-benar pas dia perankan  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/dance_moves.gif' alt='(funkydance)' class='wp-smiley' /> neither more or less  (nottalking). Yang juga pantas diberi penghargaan khusus tentu saja Reza Rahardian yang dengan alami memerankan abi Usman, terutama pasca tsunami terjadi ketika dia mencari keluarganya yang hilang  (tears). Last but not least adalah ummi Salamah yang diperankan dengan memukau oleh Nirina Zubir, mungkin karena sudah berpengalaman sebagai seorang ibu ya  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Ternyata lebih cantik mbak Nirina kalau pakai jilbab, semoga bisa diteruskan di kehidupan nyata ya mbak  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/bye.gif' alt='(bye)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Sinergi narasi dan sinematografi</h3>
<div id="attachment_828" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/01/Underwater-Scene.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-828 " style="margin-right: 1px; margin-left: 1px; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="Underwater Scene" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/01/Underwater-Scene-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: Facebook</p></div>
<p>Kelebihan utama yang membedakan Hafalan Shalat Delisa dengan film lain yang sejenis adalah kemampuan tim produksi untuk memadukan segala aspek pendukung film. Dimotori oleh sutradara muda, Sony Gaokasak yang sudah berpengalaman dalam film Tentang Cinta (2007), film Hafalan Shalat Delisa mampu dengan baik memadukan segala aspek dalam film ini terutama hikayat dan prosa Aceh tentang tsunami dengan latar belakang tempat yang cukup merepresentasikan Aceh saat itu. Mungkin banyak yang tidak mengira kalau setting film ini mengambil lokasi di Ujung Genteng, Jawa Barat. Termasuk saya!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> hehe, namun justru dengan memakai lokasi tersebut yang jauh dari Aceh maka tim produksi dapat menyuguhkan gambaran Lhok Nga yang lebih mendekati novelnya   <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/surprised.gif' alt=':-o' class='wp-smiley' /> loh bagaimana bisa? Ijinkan saya mengungkapnya tentu saja dengan pendapat yang bisa benar bisa salah, namanya juga manusia hehe  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> Jika kita membaca novelnya, saya yakin pembaca bisa merasakan bagaimana keseharian Delisa di Lhok Nga, inilah kepiawaian seorang Tere Liye dalam membuat narasi yang sederhana namun menyentuh dalam novelnya. Apalagi saat tsunami menghancurleburkan Lhok Nga dan pantai-pantai lainnya, serasa ngeliat siaran langsung! (bigeyes) tapi itu menurut saya ;) nah untuk mereproduksi novel tersebut ke dalam film tentunya dibutuhkan keahlian sinematografi yang tidak sembarangan  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/ninja.gif' alt='(ninja)' class='wp-smiley' /> Dan bagi saya kolaborasi Sony Gaokasak dengan <strong>Bambang Supriadi </strong>melalui tata kameranya dan <strong>Tya Subiakto </strong>dengan ilustrasi musiknya berhasil menyuguhkan kisah Delisa yang sederhana ini dengan sangat apik!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/listening_music.gif' alt='(music)' class='wp-smiley' /> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> salah satu aspek yang menentukan adalah pemilihan lokasi, anda bisa bayangkan bagaimana cara memporak porandakan pantai dengan berbagai pohon, rumah dan kapal karam di atas pantai tersebut? <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/startled.gif' alt='(panic)' class='wp-smiley' /> kondisi Ujung Genteng yang memang kering kerontang telah membantu terciptanya scene tersebut, sedangkan di Lhok Nga yang asli saat ini keadaannya sudah jauh berbeda karena sudah diperbaiki sejak peristiwa tersebut  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> satu penghargaan juga saya berikan untuk Geppetto Animation yang cukup ciamik memberikan efek animasi 3D terutama saat scene tsunami dan scene dalam mimpi Delisa  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> Sebuah kemajuan untuk film nasional kita!  (applause)</p>
<h3>Kekurangan?</h3>
<p>Ah, sulit bagi saya memberikan kritik untuk film ini <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> But no film&#8217;s perfect, i know that  (okok) secara umum narasi film ini sudah selaras dengan novelnya, jadi saya harap para penggemar novel HSD puas setelah menonton filmnya (jangan lupa kasi comment di bawah yaa  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> ) Apa ya, mungkin karena improvisasi yang kurang dari alur ceritanya terutama di bagian ending  (unsure) Tapi saya akui ada beberapa improvisasi dari alur cerita yang merupakan nilai tambah untuk film ini  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Efek animasi film ini walaupun sudah cukup baik untuk sebuah film nasional, tapi masih bisa ditingkatkan. Ada beberapa adegan tsunami yang jika dibuat animasinya bisa menambah dramatis film ini  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>At last but not the least, menurut saya film yang baik adalah film yang bukan hanya menggugah saat tayang di bioskop. Dia juga harus mampu menularkan pesan-pesan kebaikan dalam kehidupan para penonton, dan Hafalan Shalat Delisa mampu melakukannya!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> Saya yakin ini juga berkat keteguhan hati rakyat Aceh dalam menjalani kehidupan mereka sehingga sang penulis novel pun terinspirasi untuk menuangkannya dalam bentuk novel <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> Dua pelajaran penting dari film ini: ikhlas melakukan apapun untuk mendapatkan yang terbaik dari Tuhan dan cintailah orang tua kita karena Tuhan menitipkan kasih sayangNya melalui mereka :-)  Akhirnya, saya berharap film ini juga mampu menginspirasi anda sekalian sahabat MataSinema  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/cozy.gif' alt='(cozy)' class='wp-smiley' /> Selamat menonton!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/bye.gif' alt='(bye)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2012/01/belajar-hidup-dari-delisa-cilik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semesta Mendukung (2011) : Cintai Sains &#8211; Banggai Negeri</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/10/semesta-mendukung-2011-cintai-sains-banggai-negeri/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/10/semesta-mendukung-2011-cintai-sains-banggai-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 17:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Mizan Production kembali menggelontorkan film bermutu ke pasaran perfilman tanah air di penghujung tahun 2011 ini. Kali ini bersama Falcon Pictures mereka menghadiahkan sebuah film SEMESTA MENDUKUNG (Mestakung)  dengan tema yang berbeda, terasa lebih segar dan baru di sinema negeri ini, yakni pendidikan, khususnya ilmu sains/fisika. Komitmen Mizan Production sejauh ini memang patut diacungi jempol<a href="http://matasinema.org/2011/10/semesta-mendukung-2011-cintai-sains-banggai-negeri/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mizan Production</strong> kembali menggelontorkan film bermutu ke pasaran perfilman tanah air di penghujung tahun 2011 ini. Kali ini bersama Falcon Pictures mereka menghadiahkan sebuah film <a href="http://www.semestamendukung.com/">SEMESTA MENDUKUNG</a> (Mestakung)  dengan tema yang berbeda, terasa lebih segar dan baru di sinema negeri ini, yakni pendidikan, khususnya ilmu sains/fisika.</p>
<p>Komitmen <strong>Mizan Production </strong>sejauh ini memang patut diacungi jempol dalam menelurkan film-film bermutu. Lihat saja deretan film-film ini: Sang Pemimpi, Laskar Pelangi, Emak Ingin Naik Haji, dan 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta. Sungguh deretan film-film yang bertema segar dan mencerahkan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="http://desmond.imageshack.us/Himg703/scaled.php?server=703&amp;filename=mg2903copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" src="http://desmond.imageshack.us/Himg703/scaled.php?server=703&amp;filename=mg2903copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" alt="" width="448" height="299" /></p>
<p>Kenalkah kita dengan adik-adik pemenang olimpiade fisika, matematika, atau kimia yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional? Saya meragukan sebagian besar dari kita (dan masyarakat umumnya) mengenal mereka. Bahkan media pun nampak tidak terlalu memposisikan adik-adik yang membanggakan ini pada tempat yang semestinya.</p>
<p>Berbeda jika kita bertanya tentang siapakah Indonesian Idol tahun ini? Siapakah Miss Universe? Siapakah pemenang aktor dan aktris terbaik? Semua pasti hapal di luar kepala. Ironis memang.</p>
<p><strong>KARAKTER &amp; CERITA</strong></p>
<p>Kisah seorang anak cerdas yang terlahir dari keluarga yang kurang mampu namun berhasil mengharumkan nama bangsa berkat kecintaanya pada sains, khususnya ilmu fisika.</p>
<p>Hadir sosok ayah yang lugu, terkesan acuh namun sangat cinta kepada putranya. Ada kebersahajaan seorang gadis muda pecinta sains yang rela mengabdikan hidupnya demi berbagi kecintaannya tersebut ke segenap murid-muridnya. Ada sosok oportunis yang bahkan menggunakan kesusahan orang lain untuk mengeruk keuntungan darinya. Ada sosok lugu dan lucu penjual ketoprak yang tanpa dia sadari dia telah menghunjamkan pelajaran yang sangat berharga dalam berprinsip hidup kepada sang tokoh utama, ada sosok sahabat yang berbagi dalam suka dan duka dan tentu saja ada tokoh-tokoh pelengkap unsur dramatis dalam film ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="http://desmond.imageshack.us/Himg850/scaled.php?server=850&amp;filename=mg3631copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" src="http://desmond.imageshack.us/Himg850/scaled.php?server=850&amp;filename=mg3631copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" alt="" width="448" height="299" /></p>
<p>Cerita mengalir cukup mudah untuk diikuti. Awal cerita bahkan aliran cerita terkesan lamban, mungkin karena kita masih mereka-reka karakter tiap tokoh. Ada beberapa kali cerita terasa agak melompat namun syukurlah karena sederhananya jalinan cerita kita masih bisa mengikutinya dengan baik.</p>
<p>Keunggulan film ini bukan pada jalan cerita yg memesona, melainkan pada caranya menggambarkan bahwa sains itu ternyata asyik dan menyenangkan. Buat saya yang tidak terlalu menguasai pelajaran fisika ketika sekolah dulu tiba-tiba merasa iri akan kesan &#8220;menyenangkan&#8221; sekali ternyata belajar fisika itu yang digambarkan dalam film ini.</p>
<p><strong>KEUNGGULAN</strong></p>
<p>Film ini mengetengahkan tema yang luar biasa positif dan mencerahkan, terutama di bidang pendidikan. Sungguh inspiratif terutama bagi yang terlibat langsung dalam bidang pendidikan.</p>
<p>Visualisasi keindahan panorama pulau Madura begitu menggoda. Tiba-tiba keinginan untuk bisa menikmati keindahan pantai serta bagaimana pesona sunset di sana begitu menggoda bagi kita untuk bisa dinikmati. Padang ilalang yang ditampilkan begitu eksotik sangat memanjakan mata. Buat saya gambar dalam film ini sungguh-sungguh sangat bisa dinikmati karena keindahannya.</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><img class=" " title="http://desmond.imageshack.us/Himg26/scaled.php?server=26&amp;filename=mg4071copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" src="http://desmond.imageshack.us/Himg26/scaled.php?server=26&amp;filename=mg4071copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" alt="" width="448" height="299" /><p class="wp-caption-text">Indahnya sunset di pantai Madura</p></div>
<p>Pemain-pemain baru yang hadir dalam film ini tampil begitu natural, sebut saja Arief (Sayef Muhammad Billah) sang tokoh utama. Dia begitu tampil apa adanya seolah sedang memerankan diri sendiri.</p>
<p>Pemain baru berbakat kian lengkap dengan dukungan deretan pemain senior di jagad perfilman Indonesia, sebut saja kehadiran Lukman Sardi, Revalina S Temat, Sudjiwo tejo, dan Indro Warkop.</p>
<p>Porsi jenaka sebagai penyegar film ini tampil cukup ciamik berkat keluwesan Indro Warkop yang memerankan penjual ketoprak.</p>
<p>Soundtrack film ini yang memang sudah akrab di telinga kita menjadikan kita bisa menikmati alunan musik yang hadir di film ini dengan baik.</p>
<p><strong>KEKURANGAN</strong></p>
<p>Beberapa kali jalan cerita terkesan melompat-lompat. Mungkin untuk mengejar agar durasi film ini agar tidak terlalu lama ya.</p>
<p>Cerita yang mudah sekali ditebak seperti umumnya film Indonesia lainnya. Untungnya tetap ada greget karena beberapa faktor yang cukup tidak terduga seperti ketika Arief ternyata gagal masuk 6 besar namun akhirnya tetap bisa berangkat ke Singapura.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="http://desmond.imageshack.us/Himg641/scaled.php?server=641&amp;filename=mg9387copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" src="http://desmond.imageshack.us/Himg641/scaled.php?server=641&amp;filename=mg9387copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" alt="" width="448" height="299" /></p>
<p>Penokohan antagonis di sini masih terlalu mengikuti gaya sinetron. Terasa sekali misalnya pada bahasa tubuh dan lisan dari tokoh Bima yang tiba-tiba sangat membenci Arief sejak awal. Agak mengganggu memang.</p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p>Pesan yang coba ingin disampaikan melalui film ini adalah setinggi apa pun keinginan dan cita-cita jika kita tekun dan sungguh-sungguh ingin mencapainya maka semesta raya semua pasti akan mendukungnya, ya <a href="http://www.semestamendukung.com/">semesta mendukung (MESTAKUNG)</a>.</p>
<p>Mungkin jika menggunakan bahasa iman berbunyi seperti ini <em>&#8220;Jika kita sungguh-sungguh dalam meraih cita-cita maka Tuhan pasti akan mengabulkannya untuk kita&#8221;</em> . Bukankah Tuhan adalah pemilik Sang Semesta?</p>
<p><em>Inspiring Movie</em>, jangan sampai ketinggalan ya untuk menyaksikannya :)</p>
<p>Sumber foto : <a href="http://www.maniaklagu.com/wp-content/uploads/2011/09/semesta_mendukung.jpg">www.maniaklagu.com</a>, <a href="http://www.semestamendukung.com">www.semestamendukung.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/10/semesta-mendukung-2011-cintai-sains-banggai-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tendangan Dari Langit: Berjuang Untuk Impian dan Cinta</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/09/tendangan-dari-langit-berjuang-untuk-impian-dan-cinta/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/09/tendangan-dari-langit-berjuang-untuk-impian-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 18:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YugoFandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>
		<category><![CDATA[film bagus]]></category>
		<category><![CDATA[Hanung Bramantyo]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=692</guid>
		<description><![CDATA[Cinta itu harus memilih satu. Kalau kamu mencintai sesuatu, maka yang lainnya hanya menghormati  (Darto) Film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini berkisah tentang perjuangan seorang anak SMA dari keluarga  sederhana di lereng Gunung Bromo bernama Wahyu yang memiliki kemampuan yang baik dalam sepak bola. Mungkin inilah film pertama Hanung yang bisa dibilang keluar dari &#8216;pakem&#8217;nya<a href="http://matasinema.org/2011/09/tendangan-dari-langit-berjuang-untuk-impian-dan-cinta/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: center;">Cinta itu harus memilih satu. Kalau kamu mencintai sesuatu, maka yang lainnya hanya menghormati  (Darto)</p>
</blockquote>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/film25851b.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-705" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px; border: 0px none currentColor;" title="Poster Tendangan Dari Langit" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/film25851b-140x150.jpg" alt="" width="140" height="150" /></a>Film yang disutradarai <strong>Hanung Bramantyo</strong> ini berkisah tentang perjuangan seorang anak SMA dari keluarga  sederhana di lereng Gunung Bromo bernama Wahyu yang memiliki kemampuan yang baik dalam sepak bola. Mungkin inilah film pertama Hanung yang bisa dibilang keluar dari &#8216;pakem&#8217;nya sebagai pembuat film-film &#8216;berat&#8217; yang sarat filosofi  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> sekaligus film pertamanya yang bertema olahraga.  Ide ceritanya sederhana dan ringan namun dikemas secara apik sehingga bisa menjadi film yang segar dan menarik.  Suasana alami desa Langitan dan kemegahan Gunung Bromo menjadi pemikat mata sepanjang film ini. Mungkin saja film ini bisa dijadikan sarana promosi yang unik khususnya bagi para mereka yang berjiwa petualang  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/cool.gif' alt='B-)' class='wp-smiley' />  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tokoh Wahyu yang diperankan oleh <strong>Yosie Kristanto</strong> cukup baik. Khususnya logat jawanya yang  kental. Walaupun ada sekelumit hal yang agak mengganggu yaitu pada saat adegan pembakaran sepatu dikarenakan ayah Wahyu tidak senang dengan apa yang Wahyu lakukan yaitu bermain bola, Yosie Kristanto terlihat kurang menghayati dan mendalami tangisan saat sepatunya dibakar. Untuk para pemain lain khususnya para pemain senior seperti  <strong>Sujiwo Tejo</strong> yang memerankan Darto (ayah Wahyu), <strong>Agus Kuncoro</strong>, <strong>Yati Surachman</strong>, <strong>YM Tarzan</strong> dan <strong>Toro Margens</strong> sudah sangat baik memainkan peran mereka masing-masing. Adegan yang mengesankan dalam film ini adalah pada saat Wahyu latihan bermain bola dengan ayah dan kudanya. Adegan tersebut didukung dengan pengambilan gambar yang cantik dan  menyuguhkan keindahan Gunugn Bromo. Selain itu adegan yang mengesankan juga adalah pada saat pertandingan antara Persema VS Jayakarta (ternyata <strong>Cholidi Asadil Alam</strong> pemeran utama film <em>Ketika Cinta Bertasbih</em> juga ambil bagian sebagai striker tim Jayakarta walaupun cuma sebentar <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> ). Disini kita diingatkan  bahwa dengan berlatih dengan sungguh-sungguh dalam bermain sepak bola, akan membuahkan kemenangan, juga untuk hal lain di luar sepakbola.  Adapun untuk penataan suara di film ini dapat membangkitkan semangat para penontonnya karena pada dasarnya musik yang disuguhkan beraliran rock. Kisah cinta juga mewarnai perjalanan Wahyu sebagai pemain sepakbola. Dia naksir dengan Indah (diperankan <strong>Maudy Ayunda</strong> yang bermain dalam <em>Sang Pemimpi</em>), anak kepala sekolah (diperankan oleh Tarzan) yang kurang menganggap prestasi sepakbola Wahyu. Walhasil jadilah kisah cinta mereka ini penuh lika-liku ala remaja, mengingat Hendro (diperankan <strong>Giorgino Abraham</strong>) juga mengincar Indah dan dia memiliki prestasi Bahasa Inggris yang disukai ayah Indah. Sampai pada akhirnya Wahyu harus memilih cintanya pada Indah atau pada sepak bola. Dibantu dengan sahabat-sahabatnya, Mitro (<strong>Jordi Onsu</strong>), Purnomo (Joshua Suherman) dan Meli (<strong>Natasha Chairani</strong>) maka perlahan tapi pasti jalan keluar terbuka bagi Wahyu dalam meraih impian dan membahagiakan keluarganya. Seperti apa jalan keluarnya? Yang pasti Hanung sukses menjadikan alur cerita film ini berjalan alamiah dan menghibur (applause)</p>
<p>﻿ <a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/img0439copy3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-700" title="Wahyu nomor 17" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/img0439copy3-300x102.jpg" alt="" width="300" height="102" /></a></p>
<p>Di awal film yang naskahnya ditulis bersama oleh Hanung dan <strong>Fajar Nugros</strong> (<em>Si Jago Merah</em>, 2008) terdapat percakapan singkat yang menggunakan bahasa Jawa yang tidak ada terjemahannya. Bagi penonton yang tidak mengerti bahasa Jawa bisa jadi sedikit kebingungan dengan apa yang dibicarakan. Namun bagi penonton yang mengerti bahasa Jawa, mereka dapat tertawa lebar. Untungnya untuk percakapan yang lebih banyak, terdapat terjemahan Indonesianya. Akan lebih baik lagi percakapan atau kata-kata singkat pun di sediakan terjemahannya. Singkatnya, film ini dapat menginspirasi dan memotivasi generasi muda Indonesia agar tetap semangat dalam berjuang menggapai impian khususnya bagi  generasi muda Indonesia yang gemar akan sepak bola. Akhirnya selamat menonton film yang menginspirasi ini, terus dukung sepak bola Indonesia!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/dance.gif' alt='(dance)' class='wp-smiley' /> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/gym.gif' alt='(gym)' class='wp-smiley' /> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/rock_n_roll.gif' alt='(rock)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img title="Nobar Tendangan Dari Langit" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/Nobar-Tendangan-Dari-Langit-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Review by Dindin Herdian, edited by Yugo Fandita &amp; Yulef Dian</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/09/tendangan-dari-langit-berjuang-untuk-impian-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Harian si Boy (2011)</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/07/catatan-harian-si-boy-2011/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/07/catatan-harian-si-boy-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 16:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[MAS BOY ITU&#8230; Apa yang terlintas di benak teman-teman ketika mendengar kata Si Boy? Aha! Seorang cowok ganteng dan baik hati, dikelilingi cewek-cewek yang tergila-gila padanya, memiliki keluarga yang bahagia dan kaya raya. Fasilitas dan kenyamanan hidup yang didapatkan Boy tidak lantas membuat dia jadi manja dan nakal. Orangnya alim, selalu melirihkan ”Astaghfirullah” ketika melihat<a href="http://matasinema.org/2011/07/catatan-harian-si-boy-2011/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/07/cover-boy.jpg"><img src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/07/cover-boy-210x300.jpg" alt="" title="cover boy" width="210" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-682" /></a></p>
<p><strong>MAS BOY ITU&#8230;</strong><br />
Apa yang terlintas di benak teman-teman ketika mendengar kata Si Boy? Aha! Seorang cowok ganteng dan baik hati, dikelilingi cewek-cewek yang tergila-gila padanya, memiliki keluarga yang bahagia dan kaya raya. Fasilitas dan kenyamanan hidup yang didapatkan Boy tidak lantas membuat dia jadi manja dan nakal. Orangnya alim, selalu melirihkan ”Astaghfirullah” ketika melihat pemandangan yang tidak semestinya. Di mobilnya bahkan tersampir sajadah dan tasbih, yang menunjukkan bahwa dimanapun ia tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu. What a perfect!</p>
<p>Dan yang paling khas adalah ia selalu menulis hal-hal yang dialaminya ke dalam catatannya.</p>
<p>Iyep, kita sedang kembali ke masa tahun 1980-90an. Masa dimana tercipta sosok fiktif yang begitu sempurna.<span id="more-681"></span> Tentunya ini bukan hal yang mudah, tentunya bagi Onky Alexander -sang pemeran Boy- untuk menyihir penontonnya sedemikian rupa pada saat itu. Betapa hampir semua orang ingin menjadi seperti dia.</p>
<p>And now, here we are. Kita akhirnya tahu, bahwa mas Boy terlalu jauh dari realita kita. Masa sih ada sosok yang sesempurna dia? He was too good to be true. Tapi tak bisa dipungkiri pula, bahwa si Boy telah menjadi legenda..</p>
<p>Dan now he is come back!!</p>
<p>Catatan Harian Si Boy. Film yang tayang sejak 1 Juli 2011 ini merupakan penutup dari rangkaian 5 seri film sebelumnya. Ia menghadirkan cerita baru, yang menyisakan benang merah dengan film versi lawasnya.</p>
<p><strong>SINOPSIS</strong><br />
Cerita berawal ketika Natasha (Carissa Putri) kembali ke Indonesia untuk menjenguk ibunya, Nuke yang sedang sakit keras (Nuke diperankan oleh Ayu Azhari di Catatan si Boy I). Urusan pacar Natasha, Nico, yang terlilit hutang membawa ia ke kantor polisi dan berkenalan dengan Satrio (Ario Bayu), cowok yang bekerja sebagai montir dan selalu bolak balik kantor polisi karena kasus balapan liar. Oia, adegan balapan liar yang menjadi pembuka film ini cukup menjadi shocktherapy bagi penontonnya. Sebuah pembuka yang memacu adrenalin. Fascinating enough untuk ukuran film Indonesia <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selama dirawat di Rumah Sakit, Nuke tidak pernah melepaskan buku catatan dari genggamannya, yang ternyata adalah catatan milik Boy. Satrio yang membantu Natasha untuk mencari pemilik catatan itu menyulut kecemburuan Nico, dan kemudian membawa masalah bukan hanya bagi Satrio, tapi juga melibatkan keluarga dan sahabat2nya. Pada akhirnya Satrio harus memilih antara perseteruannya dengan Nico atau para sahabatnya yang sudah sedemikian dikorbankan dalam kasusnya dengan Nico. Di sisi lain, usahanya dalam mencari Boy dengan menemui Emon dan Ina, sahabat dan adik Boy tidak menemukan titik cerah.</p>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/07/onky.jpg"><img src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/07/onky.jpg" alt="" title="onky" width="300" height="200" class="aligncenter size-full wp-image-683" /></a></p>
<p><strong>SERUPA TAPI TAK SAMA</strong><br />
Walaupun hadir dengan cerita baru, masih ada paket dari si Boy asli yang melekat di film ini. Seperti kehadiran dua orang sahabat Satrio <em>*satunya usil dan satunya lagi agak ya-gitu-deh*</em> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> dan cewek-cewek yang saling berebut perhatian Satrio. Kemudian kenakalan khas Boy yang sering ugal-ugalan di jalan, sering berantem, kehidupan khas anak ibukota, tapi tetap.. tidak meninggalkan shalat.</p>
<p>Perbedaannya mungkin adalah Satrio lebih membumi. Diceritakan Satrio kabur dari rumahnya dan meninggalkan zona nyaman yg pernah didapatkannya. Dia tinggal di sebuah kamar di salah satu ruangan dalam bengkel tempat ia bekerja. Film ini menghadirkan tokoh yang lebih realistis, karena sosok kaya-ganteng-baikhati sudah banyak kita temui di sinetron2 kejar tayang itu. Dan kita sudah nyadar bahwa itu terlalu mimpi.<br />
Namun secara umum, feel dari film Boy asli masih sangat terasa. Tentang perseteruan, persaingan, persahabatan, dan cinta. </p>
<p>Arahan sutradara Putrama Tuta dan skenario dari Priesnanda Dwisatria dan Ilya Sigma seperti menjadi kombinasi yang hampir sempurna. Dialog yang ringan dan santai, tapi selalu membuat kita tidak bisa tidak membenarkannya. Konflik yang diolah sangat mampu mengobrak-abrik emosi penonton. Di satu adegan penonton disuguhi adegan yang mengharu biru, tapi beberapa detik kemudian buyar oleh sisi komedi yang tiba-tiba hadir.<br />
Untuk ini, Ario Bayu, Carissa Putri, Robertino Abimana dan bahkan Albert Halim pemeran Herry –Emon jaman sekarang- terasa sangat pas menempatkan aktingnya. Tidak ada yang berlebihan.</p>
<p>Belum lagi penampilan pemain-pemain Boy asli yang bisa membawa kita pada adegan-adegan manis di filmnya yang dulu. Onky Alexander tetap dengan pesonanya walau dengan dialog yang tidak banyak, Didi Petet yang tetap menyiratkan karakter Emon meski agak malu-malu <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> , dan Btari Karlinda adik Boy. Sebuah perpaduan yang asyik.</p>
<p>Film ini berangkat dari ide yang sederhana. Namun akting para pemain, dialog dan chemistry yang tercipta membuat kemasannya menjadi sangat mewah dan bernilai.</p>
<p>Ketika menonton sebuah film, harapan kita adalah sekeluar kita dari studio kita membawa sebuah nilai baru. Dan film ini, sukses mengantarkannya pada para penontonnya. Tentang arti keluarga, makna sahabat, tentang tanggung jawab, dan yang paling penting, quote dari film ini adalah <strong>you have to finish what you started</strong>! That’s a Boy! <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/rock_n_roll.gif' alt='(rock)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sumber :<br />
- <a href="http://catatansiboy.com/">Website resmi film Catatan Harian si Boy</a><br />
- <a href="http://www.facebook.com/pages/Catatan-Harian-Si-Boy/160317637365443">Facebook CHSB</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/07/catatan-harian-si-boy-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review: The Tarix Jabrix 3 (2011)</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/06/review-the-tarix-jabrix-3-2011/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/06/review-the-tarix-jabrix-3-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 07:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry Irfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[“Ingat kata pepatah, Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa” The Tarix Jabrix 3 merupakan sekuel ketiga dari 2 film sebelumnya yaitu The Tarix Jabrix dan The Tarix Jabrix 2. Masih dengan sutradara yang sama Iqbal Rais, sutradara muda yang juga pernah menjadi orang dibalik film Si Jago Merah, dan terakhir 3 Pejantan Tanggung.<a href="http://matasinema.org/2011/06/review-the-tarix-jabrix-3-2011/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>“Ingat kata pepatah, Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa”  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> <br />
</em></strong></p>
<div id="attachment_673" class="wp-caption alignleft" style="width: 296px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/the-tarix.jpg"><img class="size-full wp-image-673 " src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/the-tarix.jpg" alt="" width="286" height="410" /></a><p class="wp-caption-text">The Tarix Jabrix 3</p></div>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture1.png"><br />
</a>The Tarix Jabrix 3 merupakan sekuel ketiga dari 2 film sebelumnya yaitu <strong>The Tarix Jabrix</strong> dan<strong> The Tarix Jabrix 2</strong>. Masih dengan sutradara yang sama <strong>Iqbal Rais</strong>, sutradara muda yang juga pernah menjadi orang dibalik film <strong>Si Jago Merah, </strong>dan terakhir <strong>3 Pejantan Tanggung.</strong></p>
<p>Di garda utama, tetap mengandalkan para personil <strong>The Changcuters (Tria, Alda, Erick, Dipa dan Qibil). </strong>Kemudian ada si cantik <strong>Olivia Jensen </strong>dan<strong> Kamidia Radisti, </strong>serta didukung oleh beberapa artis senior seperti <strong>Edi Brokoli, Barry Prima, Candil, Denny, Inggrid Wijanarko, Joe P. Project, dan Fathir Muchtar</strong></p>
<p>Sebelumnya, saya belum pernah menonton dua film The Tarix Jabrix ini, selain itu saya juga belum pernah sama sekali menonton film ciptaan Iqbal Rais. Jadi, saya tidak berekpektasi apa-apa terhadap film ini. Saya hargai bahwa film ini berniat membawa nuansa komedi ringan yang menghibur ditengah gempuran film-film komedi jorok (<em>kalo ga mau dibilang porno).</em> Dan bagaimana tanggapan saya setelah menonton The Tarix Jabrix 3 ini? Kita lihat review saya dibawah ini.</p>
<p>Geng The Tarix Jabrix akhirnya mendapat pekerjaan masing-masing, <strong>Cacing (Tria Changcut) </strong>bekerja di sebuah perusahaan asuransi, <strong>Mulder (Dipa Changcut) </strong>bekerja sebagai wakil direktur di perusahaan papanya, <strong>Coki &amp; Ciko ( Qibil &amp; Alda Changcut) </strong>bekerja di kafe serta <strong>Dadang (Erick Changcut) </strong>yang bekerja d ibengkel.  Suatu hari, Cacing mendapat tantangan dari bosnya untuk bernegosiasi dengan dengan musuh lama The Tarix Jabrix, geng motor <strong>Road Devils </strong>agar tidak membuat kerusuhan lagi di Bandung yang sudah memakan banyak korban, dan tagihan klaim asuransi yang menumpuk. Cacing langsung menyanggupi dan mengajak geng motornya untuk menemaninya pulang kampung ke Bandung.  Namun, saat The Tarix Jabrix yang kali ini berangkat tidak memakai sepeda motor mereka, tapi mobil kantor tempat Cacing bekerja. Sesampainya di Bandung, mereka langsung disambut oleh Road Devils, dipimpin langsung oleh jenderal baru yang cantik tapi galak, <strong>Melly (Olivia Jensen)</strong>. Bukannya kesepakatan yang diperoleh, malah uang negosiasi dirampas dan mobil kantor dirusak, dan yang paling memakan harga diri Cacing adalah jaket keberuntungannya juga disita oleh Melly karena kalah adu balap. Emosi Cacing juga bertambah saat mengetahui bahwa Road Devils menyerang emak Cacing. The Tarix Jabrix akhirnya menyatakan perang kepada Road Devils, dibantu oleh <strong>Barokah (Edi Brokoli), </strong>mantan jenderal Road Devils yang merasa sakit hati kepada Melly dan ingin balas dendam. The Tarix Jabrix membuat perjanjian dengan Road Devils, geng motor yang kalah harus dibubarkan. Keduanya menyanggupi. The Tarix Jabrix pun berlatih kepada <strong>Koboi’ (Budi Dalton)</strong> yang berada di kawah Chandradimuka. Dan apa yang terjadi selanjutnya? Silakan tonton sendiri, yang pasti menurut saya, alur ceritanya mudah ditebak (berhubung ini genre komedi, jadi saya maklumi saja).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture1.png"><img class="aligncenter" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture1.png" alt="" width="430" height="207" /></a></p>
<p>Disamping kisah utama diatas, kita juga disuguhkan berbagai kisah pelengkap, mulai dari kisah cinta Cacing dan Melly yang terhambat dengan pertarungan dua kubu, selain itu ada juga Dadang yang diam-diam naksir kepada <strong>Mayang (Kamidia Radisti)</strong>, serta kisah konflik antara Mulder dan ayahnya, dimana Mulder menganggap ayahnya bekerjasama dengan orang asing untuk mengekploitasi Indonesia.</p>
<p>Dari segi cerita, saya tidak ada masalah berarti, walaupun agak terganggu dengan kejadian-kejadian yang kurang sinkron, seperti saat setelah Cacing kecebur di sungai, eh kok HPnya berbunyi padahal kan otomatis HP itu juga ikut terendam bersama cacing. Yah, tapi namanya juga film, komedi lagi.</p>
<p>Dari sisi sinematografi (ini dari sudut pandang saya sebagai awam penikmat film), bung Iqbal berhasil membuat saya terpesona akan keindahan Tangkuban Parahu. Ya, pemandangan yang sangat indah dengan kabut putih yang tidak mengganggu. Namun, sayangnya ada kesalahan fatal saat penggambaran kejadian setelah longsor, terlalu kelihatan bahwa ini adalah film, bung Iqbal terlalu berani mengambil gambar dari jauh sehingga terlihatlah bahwa longsor hanya terjadi di bagian itu saja sedangkan di sebelah wilayah syuting terlihat bukit yang masih asri seolah-olah tidak habis terjadi longsor.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture3.png"><img class="aligncenter size-large wp-image-676" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture3-1024x597.png" alt="" width="614" height="358" /></a></p>
<p>Dari segi akting pemain, hmmm, ok, akting para personil The Changcuters disini menurut saya agak lebay, terutama untuk pemeran Coki dan Ciko, banyak adegan garing yang membuat tersenyumpun tidak.   Wah, berterimakasih lah kepada pemeran Cacing yang memang menyandang peran utama di film ini, Tria berhasil membawa gelak tawa penonton (termasuk saya, walaupun tidak sampai terbahak-bahak). Iya, Tria berhasil membawakan perannya sebagai Cacing yang lugu dan jenaka. Dipa dan Erick menurut saya biasa saja, masih agak kaku. Untuk peran pemanisnya, Olivia berhasil memerankan Melly yang jutek dan galak. Tapi jujur saya agak terganggu dengan artikulasi Olivia yang masih agak belepotan. Untuk Kamidia, menurut saya ia kurang menggambarkan Mayang yang jago naik motor, masih terlihat sangat feminin (apa mungkin karena faktor wajah kali yah?). Bagaimana dengan para pemain pendukung? Tidak ada masalah, semua sukses memerankan perannya masing, terutama bung Joe, kang Denny dan Mbak/Mas Candil yang sukses membuat saya tertawa.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture2.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-675" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture2.png" alt="" width="491" height="287" /></a></p>
<p>Dari segi soundtrack, saya suka. Saya tidak ada masalah dengan lagu-lagu pengiring di film ini, semuanya sesuai. Terutama dengan lagu “Kasih Ibu”. Masih ada “I love u, bibeh” di film ini, tidak menjadi masalah sih, toh lagu ini juga asyik didengar dan cocok dengan karakter film ini yang ceria.</p>
<p>Secara keseluruhan, film ini ingin menyampaikan (sejak dari sekuel pertamanya) bahwa geng motor tidak harus identik dengan kekerasan dan kerusuhan, tapi geng motor juga bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat, menaati peraturan lalu-lintas serta menghargai orang tua.</p>
<p>&#8211;<em>“Geng motor bukan penjahat, penjahat mah banyak”—Cacing</em></p>
<p><em>­</em>Kisah anak dan ibu serta konflik ayah dan anak juga dapat diperoleh di film ini, yah nilai-nilai Indonesia masih kuat di film ini bahwa orang terdekat kita tetap keluarga, ayah dan ibu.</p>
<p>The Tarix Jabrix 3 memang bukan film yang istimewa, apalagi ini merupakan sekuel ketiga. Tetapi, sebagai hiburan ringan, film ini dapat menjadi alternatif tontonan. Saksikan mulai 16 Juni 2011 di bioskop kesayangan anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-hry-<em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/06/review-the-tarix-jabrix-3-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review: Serdadu Kumbang (2011)</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/06/review-serdadu-kumbang-2011/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/06/review-serdadu-kumbang-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 06:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aksa Syadri</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[“Saya mau sekolah, bu. Tapi selalu dihukum” – Amek Alenia Pictures kembali mengeluarkan film yang berkisah tentang anak-anak di daerah pedalaman dengan segala bentuk keceriaan, kesedihan, perjuangan, dan sekelumit kisah kehidupan di lingkungannya. Setelah suksesnya film seperti Denias dan Tanah Air Beta, kali ini rumah produksi milik pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnain memberikan giliran<a href="http://matasinema.org/2011/06/review-serdadu-kumbang-2011/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Saya mau sekolah, bu. Tapi selalu dihukum” – Amek</em></p>
<p>Alenia Pictures kembali mengeluarkan film yang berkisah tentang anak-anak di daerah pedalaman dengan segala bentuk keceriaan, kesedihan, perjuangan, dan sekelumit kisah kehidupan di lingkungannya. Setelah suksesnya film seperti Denias dan Tanah Air Beta, kali ini rumah produksi milik pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnain memberikan giliran kepada Serdadu Kumbang untuk unjuk gigi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 255px"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-A0WnPRMY1SE/TfEbzwARiVI/AAAAAAAAADw/3JlOd0ntkc8/s1600/serdadu+kumbang+Sumbawa.jpg" alt="" width="245" height="576" /><p class="wp-caption-text">Serdadu Kumbang</p></div>
<p>Film Serdadu Kumbang yang akan rilis pada tanggal 16 Juni ini bercerita tentang tiga sahabat, Amek, Umbe, dan Acan yang hidup di tanah Dusun Mantar, Sumbawa, Nusa Tenggara. Namun lebih fokus kepada tokoh utamanya, si Amek, seorang anak yang terobsesi menjadi penyiar berita di TV namun memiliki bibir sumbing, sehingga ia mengurungkan cita-citanya dan menyimpannya ke botol dan digantung kedalam pohon harapan. Ayahnya pergi ke Malaysia sehingga di rumah hanya tinggal ia, ibunya (Titi Sjuman), dan kakaknya, Minun.</p>
<p>Kisah mereka berkisar antara kehidupan Sekolah Dasar mereka yang dididik oleh seorang guru bernama Alim (Lukman Sardi) dengan disiplin yang sangat tinggi dan tidak segan menghukum murid yang bandel. Lalu ada ibu guru Imbok (Ririn Ekawati), guru yang sangat baik hati dan sabar serta cantik jelita dalam menghadapi murid-muridnya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-0RHniE7NYr4/TfEb0mUFeFI/AAAAAAAAAD0/WDjrP91EBig/s1600/SERDADU+KUMBANG.mp4.flv_000100000.jpg" alt="" width="384" height="190" /><p class="wp-caption-text">Ibu Guru Imbok</p></div>
<p>Dalam kisah kehidupan sekolah ini, cerita menyorot bagaimana perilaku para guru dalam menindak murid-murid yang bandel. Bagian ini agak sedikit menyoroti kasus-kasus kekerasan terhadap murid SD yang cukup sering diberitakan di media. Dan yang paling disorot adalah kebijakan Ujian Nasional yang menentukan lulus tidaknya seseorang dari bangku sekolahnya. Minun, kakak Amek, yang penuh dengan prestasi gemilang dan cemerlang, harus menelan pil pahit bersama semua temannya karena tidak lulus ujian nasional untuk SMP. Minun pun putus asa dan ingin melepas kembali harapan yang telah ia gantungkan di pohon harapan. Namun sayang, Minun tidak hati-hati dan akhirnya jatuh dan meninggal.</p>
<p>Dan memang faktanya seperti itu di negeri ini, Ujian Nasional bukan tolak ukur yang tepat untuk menentukan tingkat kecerdasan dan memberikan cap “Lulus” kepada yang berhasil melewatinya. Tidak sedikit murid yang mengoleksi segudang prestasi namun tidak lulus UN mungkin karena alasan sepele.</p>
<p style="text-align: left;">Selain kehidupan sekolah, cerita mengenai kehidupan sehari-hari tiga sahabat ini juga menjadi sajian menarik. Mengenai si Amek yang mengikuti lomba pacuan kuda, kuda kesayangan Amek yang bernama Semodeng, dan kisah mengenai obsesi Amek menjadi penyiar berita TV. Amek kerap ditanyai “Apa rungan negeri kita?” (rungan: kabar) oleh tetangga-tetangganya karena Amek sering menonton siaran berita dan menyampaikannya ke orang-orang.</p>
<div id="attachment_655" class="wp-caption aligncenter" style="width: 491px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Capture.jpg"><img class="size-full wp-image-655 " title="Capture" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Capture.jpg" alt="" width="481" height="362" /></a><p class="wp-caption-text">Keluarga Amek menyemangati Amek di lomba pacuan kuda</p></div>
<p>Dari segi cerita kurang lebih seperti itu, mengalir apa adanya karena ada berbagai fokus kisah, tidak memberikan satu alur cerita khusus yang memiliki awal, klimaks, dan anti klimaks. Akting dari masing-masing karakter juga sudah cukup pas dan tidak terkesan dibuat-buat, terutama bintang-bintang baru yang memerankan tiga sahabat dan beberapa temannya.</p>
<p>Tak ketinggalan ciri khas film produksi Alenia Pictures, pengambil gambar sangat mengeksplorasi keindahan alam tempat mereka syuting. Kali ini pemandangan gunung, pesisir, dan dermaga di daerah Sumbawa tersebut menjadi sasaran empuk si pemegang kamera. Ah, saya suka soundtracknya! Dengan judul lagi yang sama dengan judul film, diibawakan dengan apik oleh Ipang. Sangat menyatu dengan semangat anak-anak Serdadu Kumbang tersebut. Kesimpulannya, cukup recommended buat mengisi agenda menonton di akhir pekan bersama keluarga :)</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 528px"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-taU_u96rp4g/TfEby4oqD8I/AAAAAAAAADs/QQvv6ofNNJ0/s1600/random%2528161%2529.jpg" alt="" width="518" height="389" /><p class="wp-caption-text">Gala Premiere Serdadu Kumbang di Epicentrum XXI</p></div>
<p style="text-align: left;">Penilaian Keseluruhan: <strong>7/10</strong></p>
<p><em>sumber gambar:</em><br />
<em> &#8211; kabarindo.com</em><br />
<em> &#8211; sichuex.blogspot.com</em><br />
<em> &#8211; dokumentasi pribadi</em></p>
<div><em>Review juga dapat dibaca di <a href="http://lifeepisode.blogspot.com/2011/06/sok-ngereview-serdadu-kumbang-2011.html">blog pribadi penulis</a>.</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/06/review-serdadu-kumbang-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

