<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>MataSinema</title>
	<atom:link href="http://matasinema.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://matasinema.org</link>
	<description>Komunitas Pemerhati Sinema Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 15 Jan 2012 16:13:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1</generator>
		<item>
		<title>Belajar Hidup dari Delisa Cilik</title>
		<link>http://matasinema.org/2012/01/belajar-hidup-dari-delisa-cilik/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2012/01/belajar-hidup-dari-delisa-cilik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jan 2012 16:30:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YugoFandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Delisa]]></category>
		<category><![CDATA[Drama]]></category>
		<category><![CDATA[film bagus]]></category>
		<category><![CDATA[novel]]></category>
		<category><![CDATA[Relijius]]></category>
		<category><![CDATA[Tere Liye]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=802</guid>
		<description><![CDATA[Salam semangat Sahabat MataSinema!  Kali ini saya ingin berbagi tentang satu film yang bagi saya pribadi sangat menggugah dan penuh pelajaran hidup  Jujur saja, kesempatan untuk mereview film ini sebenarnya di luar dugaan saya ! Apalagi juga diundang nonton Premiere-nya di Planet Holywood pada Selasa, 20 Desember 2011 lalu, alhamdulillah yaa  Soo, mari kita simak<a href="http://matasinema.org/2012/01/belajar-hidup-dari-delisa-cilik/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wave.gif' alt='(highfive)' class='wp-smiley' /> Salam semangat Sahabat MataSinema!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kali ini saya ingin berbagi tentang satu film yang bagi saya pribadi sangat menggugah dan penuh pelajaran hidup  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Jujur saja, kesempatan untuk mereview film ini sebenarnya di luar dugaan saya ! <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> Apalagi juga diundang nonton Premiere-nya di Planet Holywood pada Selasa, 20 Desember 2011 lalu, alhamdulillah yaa  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/joyful.gif' alt=':-))' class='wp-smiley' />  Soo, mari kita simak yuk film nasional terbaru ini :) Hafalan Shalat Delisa, seperti beberapa film lain yang diadaptasi dari novel best seller, tentunya sudah punya <em>fan base </em>sebelum film ini diproduksi. Salah satu fans novelnya adalah sayaa  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> Berlatar belakang pantai Lhok Nga di tanah Aceh yang permai, terdapat sebuah keluarga yang sangat menginspirasi. Delisa (<strong>Chantiq Schagerl</strong>) adalah anak bungsu di keluarga itu yang agak nakal namun sangat peduli dengan keluarga dan teman-temannya  (cozy). Dia mempunyai tiga orang kakak perempuan yaitu si sulung Fatimah (<strong>Ghina Salsabila</strong>), dan si kembar Aisyah (<strong>Reska Tania Aprialdi</strong>) dan Zahra (<strong>Riska Tania Aprialdi</strong>). Sang ibu, ummi Salamah (<strong>Nirina Zubir</strong>) mesti sendirian mengurus ketiga orang putrinya karena sang ayah, abi Usman (<strong>Reza Rahardian</strong>) sedang bertugas di kapal tanker perusahaan minyak internasional. Hari-hari Delisa penuh keceriaan di tengah kesederhanaan hidup masyarakat Lhok Nga.</p>
<div id="attachment_829" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/01/Premiere-Planet-Holywood.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-829  " title="Premiere Hafalan Shalat Delisa @Planet Holywood" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/01/Premiere-Planet-Holywood-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sahabat MataSinema bersama Reza Rahardian</p></div>
<p>Delisa mempunyai teman setia bernama Tiur dan ia selalu menyemangatinya ketika Tiur mengalami musibah atau saat dijahili Umam, temannya yang nakal. Delisa yang berumur 7 tahun kala itu adalah anak yang selalu mengharapkan hadiah atas segala tugas  yang dilakukannya. Dan kali ini sebuah kalung berinisial &#8220;D&#8221; yang akan menjadi hadiah untuknya jika lulus ujian hafalan shalat. Sebuah cerita dramatis pun dimulai saat hari itu tiba, hari ketika tsunami menghantam dengan ganas pantai Lhok Nga, Aceh serta beberapa negara Asia Tenggara, yang juga hari ujian hafalan shalat delisa. Bagaimana kisah selanjutnya? Makanya nonton yaa..  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>Karakter yang menyatu</h3>
<div id="attachment_806" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/12/Promo-Delisa-Botani-Square.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-806  " style="border-image: initial; margin: 1px;" title="Promo Hafalan Shalat Delisa @ Botani Square bersama Chantiq Schagerl (Delisa)" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/12/Promo-Delisa-Botani-Square-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: dokumentasi Ricki Cahyana</p></div>
<p>Bagaimana kualitas para aktor dan aktris film Hafalan Shalat Delisa? Mantaabb! (banana_cool) Semua karakter utama berhasil diperankan dengan alami oleh mereka, saya penasaran bagaimana cara memilih orang-orang yang tepat dari sekian banyak aktor &amp; aktris yang ada&#8230;(thinking) Tentu saja yang paling menggemaskan adalah Delisa yang diperankan oleh Chantiq  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/heart.gif' alt='(heart)' class='wp-smiley' />  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/joyful.gif' alt=':-))' class='wp-smiley' />  Setahu saya ini adalah film bioskop pertama yang dimainkannya dan secara menakjubkan karakter Delisa yang periang dan peduli benar-benar pas dia perankan  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/dance_moves.gif' alt='(funkydance)' class='wp-smiley' /> neither more or less  (nottalking). Yang juga pantas diberi penghargaan khusus tentu saja Reza Rahardian yang dengan alami memerankan abi Usman, terutama pasca tsunami terjadi ketika dia mencari keluarganya yang hilang  (tears). Last but not least adalah ummi Salamah yang diperankan dengan memukau oleh Nirina Zubir, mungkin karena sudah berpengalaman sebagai seorang ibu ya  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> Ternyata lebih cantik mbak Nirina kalau pakai jilbab, semoga bisa diteruskan di kehidupan nyata ya mbak  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/bye.gif' alt='(bye)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<h3>Sinergi narasi dan sinematografi</h3>
<div id="attachment_828" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/01/Underwater-Scene.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-828 " style="margin-right: 1px; margin-left: 1px; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px;" title="Underwater Scene" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2012/01/Underwater-Scene-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Sumber: Facebook</p></div>
<p>Kelebihan utama yang membedakan Hafalan Shalat Delisa dengan film lain yang sejenis adalah kemampuan tim produksi untuk memadukan segala aspek pendukung film. Dimotori oleh sutradara muda, Sony Gaokasak yang sudah berpengalaman dalam film Tentang Cinta (2007), film Hafalan Shalat Delisa mampu dengan baik memadukan segala aspek dalam film ini terutama hikayat dan prosa Aceh tentang tsunami dengan latar belakang tempat yang cukup merepresentasikan Aceh saat itu. Mungkin banyak yang tidak mengira kalau setting film ini mengambil lokasi di Ujung Genteng, Jawa Barat. Termasuk saya!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> hehe, namun justru dengan memakai lokasi tersebut yang jauh dari Aceh maka tim produksi dapat menyuguhkan gambaran Lhok Nga yang lebih mendekati novelnya   <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/surprised.gif' alt=':-o' class='wp-smiley' /> loh bagaimana bisa? Ijinkan saya mengungkapnya tentu saja dengan pendapat yang bisa benar bisa salah, namanya juga manusia hehe  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/tongue.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> Jika kita membaca novelnya, saya yakin pembaca bisa merasakan bagaimana keseharian Delisa di Lhok Nga, inilah kepiawaian seorang Tere Liye dalam membuat narasi yang sederhana namun menyentuh dalam novelnya. Apalagi saat tsunami menghancurleburkan Lhok Nga dan pantai-pantai lainnya, serasa ngeliat siaran langsung! (bigeyes) tapi itu menurut saya ;) nah untuk mereproduksi novel tersebut ke dalam film tentunya dibutuhkan keahlian sinematografi yang tidak sembarangan  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/ninja.gif' alt='(ninja)' class='wp-smiley' /> Dan bagi saya kolaborasi Sony Gaokasak dengan <strong>Bambang Supriadi </strong>melalui tata kameranya dan <strong>Tya Subiakto </strong>dengan ilustrasi musiknya berhasil menyuguhkan kisah Delisa yang sederhana ini dengan sangat apik!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/listening_music.gif' alt='(music)' class='wp-smiley' /> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> salah satu aspek yang menentukan adalah pemilihan lokasi, anda bisa bayangkan bagaimana cara memporak porandakan pantai dengan berbagai pohon, rumah dan kapal karam di atas pantai tersebut? <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/startled.gif' alt='(panic)' class='wp-smiley' /> kondisi Ujung Genteng yang memang kering kerontang telah membantu terciptanya scene tersebut, sedangkan di Lhok Nga yang asli saat ini keadaannya sudah jauh berbeda karena sudah diperbaiki sejak peristiwa tersebut  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> satu penghargaan juga saya berikan untuk Geppetto Animation yang cukup ciamik memberikan efek animasi 3D terutama saat scene tsunami dan scene dalam mimpi Delisa  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> Sebuah kemajuan untuk film nasional kita!  (applause)</p>
<h3>Kekurangan?</h3>
<p>Ah, sulit bagi saya memberikan kritik untuk film ini <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/sad.gif' alt=':-(' class='wp-smiley' /> But no film&#8217;s perfect, i know that  (okok) secara umum narasi film ini sudah selaras dengan novelnya, jadi saya harap para penggemar novel HSD puas setelah menonton filmnya (jangan lupa kasi comment di bawah yaa  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> ) Apa ya, mungkin karena improvisasi yang kurang dari alur ceritanya terutama di bagian ending  (unsure) Tapi saya akui ada beberapa improvisasi dari alur cerita yang merupakan nilai tambah untuk film ini  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> Efek animasi film ini walaupun sudah cukup baik untuk sebuah film nasional, tapi masih bisa ditingkatkan. Ada beberapa adegan tsunami yang jika dibuat animasinya bisa menambah dramatis film ini  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>At last but not the least, menurut saya film yang baik adalah film yang bukan hanya menggugah saat tayang di bioskop. Dia juga harus mampu menularkan pesan-pesan kebaikan dalam kehidupan para penonton, dan Hafalan Shalat Delisa mampu melakukannya!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> Saya yakin ini juga berkat keteguhan hati rakyat Aceh dalam menjalani kehidupan mereka sehingga sang penulis novel pun terinspirasi untuk menuangkannya dalam bentuk novel <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> Dua pelajaran penting dari film ini: ikhlas melakukan apapun untuk mendapatkan yang terbaik dari Tuhan dan cintailah orang tua kita karena Tuhan menitipkan kasih sayangNya melalui mereka :-)  Akhirnya, saya berharap film ini juga mampu menginspirasi anda sekalian sahabat MataSinema  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/cozy.gif' alt='(cozy)' class='wp-smiley' /> Selamat menonton!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/bye.gif' alt='(bye)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2012/01/belajar-hidup-dari-delisa-cilik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semesta Mendukung (2011) : Cintai Sains &#8211; Banggai Negeri</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/10/semesta-mendukung-2011-cintai-sains-banggai-negeri/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/10/semesta-mendukung-2011-cintai-sains-banggai-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2011 17:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=718</guid>
		<description><![CDATA[Mizan Production kembali menggelontorkan film bermutu ke pasaran perfilman tanah air di penghujung tahun 2011 ini. Kali ini bersama Falcon Pictures mereka menghadiahkan sebuah film SEMESTA MENDUKUNG (Mestakung)  dengan tema yang berbeda, terasa lebih segar dan baru di sinema negeri ini, yakni pendidikan, khususnya ilmu sains/fisika. Komitmen Mizan Production sejauh ini memang patut diacungi jempol<a href="http://matasinema.org/2011/10/semesta-mendukung-2011-cintai-sains-banggai-negeri/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mizan Production</strong> kembali menggelontorkan film bermutu ke pasaran perfilman tanah air di penghujung tahun 2011 ini. Kali ini bersama Falcon Pictures mereka menghadiahkan sebuah film <a href="http://www.semestamendukung.com/">SEMESTA MENDUKUNG</a> (Mestakung)  dengan tema yang berbeda, terasa lebih segar dan baru di sinema negeri ini, yakni pendidikan, khususnya ilmu sains/fisika.</p>
<p>Komitmen <strong>Mizan Production </strong>sejauh ini memang patut diacungi jempol dalam menelurkan film-film bermutu. Lihat saja deretan film-film ini: Sang Pemimpi, Laskar Pelangi, Emak Ingin Naik Haji, dan 3 Hati 2 Dunia 1 Cinta. Sungguh deretan film-film yang bertema segar dan mencerahkan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="http://desmond.imageshack.us/Himg703/scaled.php?server=703&amp;filename=mg2903copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" src="http://desmond.imageshack.us/Himg703/scaled.php?server=703&amp;filename=mg2903copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" alt="" width="448" height="299" /></p>
<p>Kenalkah kita dengan adik-adik pemenang olimpiade fisika, matematika, atau kimia yang mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah internasional? Saya meragukan sebagian besar dari kita (dan masyarakat umumnya) mengenal mereka. Bahkan media pun nampak tidak terlalu memposisikan adik-adik yang membanggakan ini pada tempat yang semestinya.</p>
<p>Berbeda jika kita bertanya tentang siapakah Indonesian Idol tahun ini? Siapakah Miss Universe? Siapakah pemenang aktor dan aktris terbaik? Semua pasti hapal di luar kepala. Ironis memang.</p>
<p><strong>KARAKTER &amp; CERITA</strong></p>
<p>Kisah seorang anak cerdas yang terlahir dari keluarga yang kurang mampu namun berhasil mengharumkan nama bangsa berkat kecintaanya pada sains, khususnya ilmu fisika.</p>
<p>Hadir sosok ayah yang lugu, terkesan acuh namun sangat cinta kepada putranya. Ada kebersahajaan seorang gadis muda pecinta sains yang rela mengabdikan hidupnya demi berbagi kecintaannya tersebut ke segenap murid-muridnya. Ada sosok oportunis yang bahkan menggunakan kesusahan orang lain untuk mengeruk keuntungan darinya. Ada sosok lugu dan lucu penjual ketoprak yang tanpa dia sadari dia telah menghunjamkan pelajaran yang sangat berharga dalam berprinsip hidup kepada sang tokoh utama, ada sosok sahabat yang berbagi dalam suka dan duka dan tentu saja ada tokoh-tokoh pelengkap unsur dramatis dalam film ini.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="http://desmond.imageshack.us/Himg850/scaled.php?server=850&amp;filename=mg3631copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" src="http://desmond.imageshack.us/Himg850/scaled.php?server=850&amp;filename=mg3631copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" alt="" width="448" height="299" /></p>
<p>Cerita mengalir cukup mudah untuk diikuti. Awal cerita bahkan aliran cerita terkesan lamban, mungkin karena kita masih mereka-reka karakter tiap tokoh. Ada beberapa kali cerita terasa agak melompat namun syukurlah karena sederhananya jalinan cerita kita masih bisa mengikutinya dengan baik.</p>
<p>Keunggulan film ini bukan pada jalan cerita yg memesona, melainkan pada caranya menggambarkan bahwa sains itu ternyata asyik dan menyenangkan. Buat saya yang tidak terlalu menguasai pelajaran fisika ketika sekolah dulu tiba-tiba merasa iri akan kesan &#8220;menyenangkan&#8221; sekali ternyata belajar fisika itu yang digambarkan dalam film ini.</p>
<p><strong>KEUNGGULAN</strong></p>
<p>Film ini mengetengahkan tema yang luar biasa positif dan mencerahkan, terutama di bidang pendidikan. Sungguh inspiratif terutama bagi yang terlibat langsung dalam bidang pendidikan.</p>
<p>Visualisasi keindahan panorama pulau Madura begitu menggoda. Tiba-tiba keinginan untuk bisa menikmati keindahan pantai serta bagaimana pesona sunset di sana begitu menggoda bagi kita untuk bisa dinikmati. Padang ilalang yang ditampilkan begitu eksotik sangat memanjakan mata. Buat saya gambar dalam film ini sungguh-sungguh sangat bisa dinikmati karena keindahannya.</p>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><img class=" " title="http://desmond.imageshack.us/Himg26/scaled.php?server=26&amp;filename=mg4071copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" src="http://desmond.imageshack.us/Himg26/scaled.php?server=26&amp;filename=mg4071copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" alt="" width="448" height="299" /><p class="wp-caption-text">Indahnya sunset di pantai Madura</p></div>
<p>Pemain-pemain baru yang hadir dalam film ini tampil begitu natural, sebut saja Arief (Sayef Muhammad Billah) sang tokoh utama. Dia begitu tampil apa adanya seolah sedang memerankan diri sendiri.</p>
<p>Pemain baru berbakat kian lengkap dengan dukungan deretan pemain senior di jagad perfilman Indonesia, sebut saja kehadiran Lukman Sardi, Revalina S Temat, Sudjiwo tejo, dan Indro Warkop.</p>
<p>Porsi jenaka sebagai penyegar film ini tampil cukup ciamik berkat keluwesan Indro Warkop yang memerankan penjual ketoprak.</p>
<p>Soundtrack film ini yang memang sudah akrab di telinga kita menjadikan kita bisa menikmati alunan musik yang hadir di film ini dengan baik.</p>
<p><strong>KEKURANGAN</strong></p>
<p>Beberapa kali jalan cerita terkesan melompat-lompat. Mungkin untuk mengejar agar durasi film ini agar tidak terlalu lama ya.</p>
<p>Cerita yang mudah sekali ditebak seperti umumnya film Indonesia lainnya. Untungnya tetap ada greget karena beberapa faktor yang cukup tidak terduga seperti ketika Arief ternyata gagal masuk 6 besar namun akhirnya tetap bisa berangkat ke Singapura.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="http://desmond.imageshack.us/Himg641/scaled.php?server=641&amp;filename=mg9387copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" src="http://desmond.imageshack.us/Himg641/scaled.php?server=641&amp;filename=mg9387copy.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" alt="" width="448" height="299" /></p>
<p>Penokohan antagonis di sini masih terlalu mengikuti gaya sinetron. Terasa sekali misalnya pada bahasa tubuh dan lisan dari tokoh Bima yang tiba-tiba sangat membenci Arief sejak awal. Agak mengganggu memang.</p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong></p>
<p>Pesan yang coba ingin disampaikan melalui film ini adalah setinggi apa pun keinginan dan cita-cita jika kita tekun dan sungguh-sungguh ingin mencapainya maka semesta raya semua pasti akan mendukungnya, ya <a href="http://www.semestamendukung.com/">semesta mendukung (MESTAKUNG)</a>.</p>
<p>Mungkin jika menggunakan bahasa iman berbunyi seperti ini <em>&#8220;Jika kita sungguh-sungguh dalam meraih cita-cita maka Tuhan pasti akan mengabulkannya untuk kita&#8221;</em> . Bukankah Tuhan adalah pemilik Sang Semesta?</p>
<p><em>Inspiring Movie</em>, jangan sampai ketinggalan ya untuk menyaksikannya :)</p>
<p>Sumber foto : <a href="http://www.maniaklagu.com/wp-content/uploads/2011/09/semesta_mendukung.jpg">www.maniaklagu.com</a>, <a href="http://www.semestamendukung.com">www.semestamendukung.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/10/semesta-mendukung-2011-cintai-sains-banggai-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tendangan Dari Langit: Berjuang Untuk Impian dan Cinta</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/09/tendangan-dari-langit-berjuang-untuk-impian-dan-cinta/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/09/tendangan-dari-langit-berjuang-untuk-impian-dan-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 18:13:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>YugoFandita</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>
		<category><![CDATA[film bagus]]></category>
		<category><![CDATA[Hanung Bramantyo]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Olahraga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=692</guid>
		<description><![CDATA[Cinta itu harus memilih satu. Kalau kamu mencintai sesuatu, maka yang lainnya hanya menghormati  (Darto) Film yang disutradarai Hanung Bramantyo ini berkisah tentang perjuangan seorang anak SMA dari keluarga  sederhana di lereng Gunung Bromo bernama Wahyu yang memiliki kemampuan yang baik dalam sepak bola. Mungkin inilah film pertama Hanung yang bisa dibilang keluar dari &#8216;pakem&#8217;nya<a href="http://matasinema.org/2011/09/tendangan-dari-langit-berjuang-untuk-impian-dan-cinta/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: center;">Cinta itu harus memilih satu. Kalau kamu mencintai sesuatu, maka yang lainnya hanya menghormati  (Darto)</p>
</blockquote>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/film25851b.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-705" style="margin-left: 3px; margin-right: 3px; border: 0px none currentColor;" title="Poster Tendangan Dari Langit" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/film25851b-140x150.jpg" alt="" width="140" height="150" /></a>Film yang disutradarai <strong>Hanung Bramantyo</strong> ini berkisah tentang perjuangan seorang anak SMA dari keluarga  sederhana di lereng Gunung Bromo bernama Wahyu yang memiliki kemampuan yang baik dalam sepak bola. Mungkin inilah film pertama Hanung yang bisa dibilang keluar dari &#8216;pakem&#8217;nya sebagai pembuat film-film &#8216;berat&#8217; yang sarat filosofi  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> sekaligus film pertamanya yang bertema olahraga.  Ide ceritanya sederhana dan ringan namun dikemas secara apik sehingga bisa menjadi film yang segar dan menarik.  Suasana alami desa Langitan dan kemegahan Gunung Bromo menjadi pemikat mata sepanjang film ini. Mungkin saja film ini bisa dijadikan sarana promosi yang unik khususnya bagi para mereka yang berjiwa petualang  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/cool.gif' alt='B-)' class='wp-smiley' />  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/thinking.gif' alt='(thinking)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tokoh Wahyu yang diperankan oleh <strong>Yosie Kristanto</strong> cukup baik. Khususnya logat jawanya yang  kental. Walaupun ada sekelumit hal yang agak mengganggu yaitu pada saat adegan pembakaran sepatu dikarenakan ayah Wahyu tidak senang dengan apa yang Wahyu lakukan yaitu bermain bola, Yosie Kristanto terlihat kurang menghayati dan mendalami tangisan saat sepatunya dibakar. Untuk para pemain lain khususnya para pemain senior seperti  <strong>Sujiwo Tejo</strong> yang memerankan Darto (ayah Wahyu), <strong>Agus Kuncoro</strong>, <strong>Yati Surachman</strong>, <strong>YM Tarzan</strong> dan <strong>Toro Margens</strong> sudah sangat baik memainkan peran mereka masing-masing. Adegan yang mengesankan dalam film ini adalah pada saat Wahyu latihan bermain bola dengan ayah dan kudanya. Adegan tersebut didukung dengan pengambilan gambar yang cantik dan  menyuguhkan keindahan Gunugn Bromo. Selain itu adegan yang mengesankan juga adalah pada saat pertandingan antara Persema VS Jayakarta (ternyata <strong>Cholidi Asadil Alam</strong> pemeran utama film <em>Ketika Cinta Bertasbih</em> juga ambil bagian sebagai striker tim Jayakarta walaupun cuma sebentar <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/laugh.gif' alt='(LOL)' class='wp-smiley' /> ). Disini kita diingatkan  bahwa dengan berlatih dengan sungguh-sungguh dalam bermain sepak bola, akan membuahkan kemenangan, juga untuk hal lain di luar sepakbola.  Adapun untuk penataan suara di film ini dapat membangkitkan semangat para penontonnya karena pada dasarnya musik yang disuguhkan beraliran rock. Kisah cinta juga mewarnai perjalanan Wahyu sebagai pemain sepakbola. Dia naksir dengan Indah (diperankan <strong>Maudy Ayunda</strong> yang bermain dalam <em>Sang Pemimpi</em>), anak kepala sekolah (diperankan oleh Tarzan) yang kurang menganggap prestasi sepakbola Wahyu. Walhasil jadilah kisah cinta mereka ini penuh lika-liku ala remaja, mengingat Hendro (diperankan <strong>Giorgino Abraham</strong>) juga mengincar Indah dan dia memiliki prestasi Bahasa Inggris yang disukai ayah Indah. Sampai pada akhirnya Wahyu harus memilih cintanya pada Indah atau pada sepak bola. Dibantu dengan sahabat-sahabatnya, Mitro (<strong>Jordi Onsu</strong>), Purnomo (Joshua Suherman) dan Meli (<strong>Natasha Chairani</strong>) maka perlahan tapi pasti jalan keluar terbuka bagi Wahyu dalam meraih impian dan membahagiakan keluarganya. Seperti apa jalan keluarnya? Yang pasti Hanung sukses menjadikan alur cerita film ini berjalan alamiah dan menghibur (applause)</p>
<p>﻿ <a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/img0439copy3.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-700" title="Wahyu nomor 17" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/img0439copy3-300x102.jpg" alt="" width="300" height="102" /></a></p>
<p>Di awal film yang naskahnya ditulis bersama oleh Hanung dan <strong>Fajar Nugros</strong> (<em>Si Jago Merah</em>, 2008) terdapat percakapan singkat yang menggunakan bahasa Jawa yang tidak ada terjemahannya. Bagi penonton yang tidak mengerti bahasa Jawa bisa jadi sedikit kebingungan dengan apa yang dibicarakan. Namun bagi penonton yang mengerti bahasa Jawa, mereka dapat tertawa lebar. Untungnya untuk percakapan yang lebih banyak, terdapat terjemahan Indonesianya. Akan lebih baik lagi percakapan atau kata-kata singkat pun di sediakan terjemahannya. Singkatnya, film ini dapat menginspirasi dan memotivasi generasi muda Indonesia agar tetap semangat dalam berjuang menggapai impian khususnya bagi  generasi muda Indonesia yang gemar akan sepak bola. Akhirnya selamat menonton film yang menginspirasi ini, terus dukung sepak bola Indonesia!  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/dance.gif' alt='(dance)' class='wp-smiley' /> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/gym.gif' alt='(gym)' class='wp-smiley' /> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/rock_n_roll.gif' alt='(rock)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><img title="Nobar Tendangan Dari Langit" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/09/Nobar-Tendangan-Dari-Langit-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p>Review by Dindin Herdian, edited by Yugo Fandita &amp; Yulef Dian</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/09/tendangan-dari-langit-berjuang-untuk-impian-dan-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Catatan Harian si Boy (2011)</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/07/catatan-harian-si-boy-2011/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/07/catatan-harian-si-boy-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jul 2011 16:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[MAS BOY ITU&#8230; Apa yang terlintas di benak teman-teman ketika mendengar kata Si Boy? Aha! Seorang cowok ganteng dan baik hati, dikelilingi cewek-cewek yang tergila-gila padanya, memiliki keluarga yang bahagia dan kaya raya. Fasilitas dan kenyamanan hidup yang didapatkan Boy tidak lantas membuat dia jadi manja dan nakal. Orangnya alim, selalu melirihkan ”Astaghfirullah” ketika melihat<a href="http://matasinema.org/2011/07/catatan-harian-si-boy-2011/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/07/cover-boy.jpg"><img src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/07/cover-boy-210x300.jpg" alt="" title="cover boy" width="210" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-682" /></a></p>
<p><strong>MAS BOY ITU&#8230;</strong><br />
Apa yang terlintas di benak teman-teman ketika mendengar kata Si Boy? Aha! Seorang cowok ganteng dan baik hati, dikelilingi cewek-cewek yang tergila-gila padanya, memiliki keluarga yang bahagia dan kaya raya. Fasilitas dan kenyamanan hidup yang didapatkan Boy tidak lantas membuat dia jadi manja dan nakal. Orangnya alim, selalu melirihkan ”Astaghfirullah” ketika melihat pemandangan yang tidak semestinya. Di mobilnya bahkan tersampir sajadah dan tasbih, yang menunjukkan bahwa dimanapun ia tidak pernah meninggalkan shalat 5 waktu. What a perfect!</p>
<p>Dan yang paling khas adalah ia selalu menulis hal-hal yang dialaminya ke dalam catatannya.</p>
<p>Iyep, kita sedang kembali ke masa tahun 1980-90an. Masa dimana tercipta sosok fiktif yang begitu sempurna.<span id="more-681"></span> Tentunya ini bukan hal yang mudah, tentunya bagi Onky Alexander -sang pemeran Boy- untuk menyihir penontonnya sedemikian rupa pada saat itu. Betapa hampir semua orang ingin menjadi seperti dia.</p>
<p>And now, here we are. Kita akhirnya tahu, bahwa mas Boy terlalu jauh dari realita kita. Masa sih ada sosok yang sesempurna dia? He was too good to be true. Tapi tak bisa dipungkiri pula, bahwa si Boy telah menjadi legenda..</p>
<p>Dan now he is come back!!</p>
<p>Catatan Harian Si Boy. Film yang tayang sejak 1 Juli 2011 ini merupakan penutup dari rangkaian 5 seri film sebelumnya. Ia menghadirkan cerita baru, yang menyisakan benang merah dengan film versi lawasnya.</p>
<p><strong>SINOPSIS</strong><br />
Cerita berawal ketika Natasha (Carissa Putri) kembali ke Indonesia untuk menjenguk ibunya, Nuke yang sedang sakit keras (Nuke diperankan oleh Ayu Azhari di Catatan si Boy I). Urusan pacar Natasha, Nico, yang terlilit hutang membawa ia ke kantor polisi dan berkenalan dengan Satrio (Ario Bayu), cowok yang bekerja sebagai montir dan selalu bolak balik kantor polisi karena kasus balapan liar. Oia, adegan balapan liar yang menjadi pembuka film ini cukup menjadi shocktherapy bagi penontonnya. Sebuah pembuka yang memacu adrenalin. Fascinating enough untuk ukuran film Indonesia <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/grin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Selama dirawat di Rumah Sakit, Nuke tidak pernah melepaskan buku catatan dari genggamannya, yang ternyata adalah catatan milik Boy. Satrio yang membantu Natasha untuk mencari pemilik catatan itu menyulut kecemburuan Nico, dan kemudian membawa masalah bukan hanya bagi Satrio, tapi juga melibatkan keluarga dan sahabat2nya. Pada akhirnya Satrio harus memilih antara perseteruannya dengan Nico atau para sahabatnya yang sudah sedemikian dikorbankan dalam kasusnya dengan Nico. Di sisi lain, usahanya dalam mencari Boy dengan menemui Emon dan Ina, sahabat dan adik Boy tidak menemukan titik cerah.</p>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/07/onky.jpg"><img src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/07/onky.jpg" alt="" title="onky" width="300" height="200" class="aligncenter size-full wp-image-683" /></a></p>
<p><strong>SERUPA TAPI TAK SAMA</strong><br />
Walaupun hadir dengan cerita baru, masih ada paket dari si Boy asli yang melekat di film ini. Seperti kehadiran dua orang sahabat Satrio <em>*satunya usil dan satunya lagi agak ya-gitu-deh*</em> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/haha.gif' alt='(haha)' class='wp-smiley' /> dan cewek-cewek yang saling berebut perhatian Satrio. Kemudian kenakalan khas Boy yang sering ugal-ugalan di jalan, sering berantem, kehidupan khas anak ibukota, tapi tetap.. tidak meninggalkan shalat.</p>
<p>Perbedaannya mungkin adalah Satrio lebih membumi. Diceritakan Satrio kabur dari rumahnya dan meninggalkan zona nyaman yg pernah didapatkannya. Dia tinggal di sebuah kamar di salah satu ruangan dalam bengkel tempat ia bekerja. Film ini menghadirkan tokoh yang lebih realistis, karena sosok kaya-ganteng-baikhati sudah banyak kita temui di sinetron2 kejar tayang itu. Dan kita sudah nyadar bahwa itu terlalu mimpi.<br />
Namun secara umum, feel dari film Boy asli masih sangat terasa. Tentang perseteruan, persaingan, persahabatan, dan cinta. </p>
<p>Arahan sutradara Putrama Tuta dan skenario dari Priesnanda Dwisatria dan Ilya Sigma seperti menjadi kombinasi yang hampir sempurna. Dialog yang ringan dan santai, tapi selalu membuat kita tidak bisa tidak membenarkannya. Konflik yang diolah sangat mampu mengobrak-abrik emosi penonton. Di satu adegan penonton disuguhi adegan yang mengharu biru, tapi beberapa detik kemudian buyar oleh sisi komedi yang tiba-tiba hadir.<br />
Untuk ini, Ario Bayu, Carissa Putri, Robertino Abimana dan bahkan Albert Halim pemeran Herry –Emon jaman sekarang- terasa sangat pas menempatkan aktingnya. Tidak ada yang berlebihan.</p>
<p>Belum lagi penampilan pemain-pemain Boy asli yang bisa membawa kita pada adegan-adegan manis di filmnya yang dulu. Onky Alexander tetap dengan pesonanya walau dengan dialog yang tidak banyak, Didi Petet yang tetap menyiratkan karakter Emon meski agak malu-malu <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/silly_couple.gif' alt='(hassle)' class='wp-smiley' /> , dan Btari Karlinda adik Boy. Sebuah perpaduan yang asyik.</p>
<p>Film ini berangkat dari ide yang sederhana. Namun akting para pemain, dialog dan chemistry yang tercipta membuat kemasannya menjadi sangat mewah dan bernilai.</p>
<p>Ketika menonton sebuah film, harapan kita adalah sekeluar kita dari studio kita membawa sebuah nilai baru. Dan film ini, sukses mengantarkannya pada para penontonnya. Tentang arti keluarga, makna sahabat, tentang tanggung jawab, dan yang paling penting, quote dari film ini adalah <strong>you have to finish what you started</strong>! That’s a Boy! <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/rock_n_roll.gif' alt='(rock)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>sumber :<br />
- <a href="http://catatansiboy.com/">Website resmi film Catatan Harian si Boy</a><br />
- <a href="http://www.facebook.com/pages/Catatan-Harian-Si-Boy/160317637365443">Facebook CHSB</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/07/catatan-harian-si-boy-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review: The Tarix Jabrix 3 (2011)</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/06/review-the-tarix-jabrix-3-2011/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/06/review-the-tarix-jabrix-3-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 07:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Harry Irfan</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[“Ingat kata pepatah, Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa” The Tarix Jabrix 3 merupakan sekuel ketiga dari 2 film sebelumnya yaitu The Tarix Jabrix dan The Tarix Jabrix 2. Masih dengan sutradara yang sama Iqbal Rais, sutradara muda yang juga pernah menjadi orang dibalik film Si Jago Merah, dan terakhir 3 Pejantan Tanggung.<a href="http://matasinema.org/2011/06/review-the-tarix-jabrix-3-2011/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>“Ingat kata pepatah, Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa”  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/yupi.gif' alt='(yahoo)' class='wp-smiley' /> <br />
</em></strong></p>
<div id="attachment_673" class="wp-caption alignleft" style="width: 296px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/the-tarix.jpg"><img class="size-full wp-image-673 " src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/the-tarix.jpg" alt="" width="286" height="410" /></a><p class="wp-caption-text">The Tarix Jabrix 3</p></div>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture1.png"><br />
</a>The Tarix Jabrix 3 merupakan sekuel ketiga dari 2 film sebelumnya yaitu <strong>The Tarix Jabrix</strong> dan<strong> The Tarix Jabrix 2</strong>. Masih dengan sutradara yang sama <strong>Iqbal Rais</strong>, sutradara muda yang juga pernah menjadi orang dibalik film <strong>Si Jago Merah, </strong>dan terakhir <strong>3 Pejantan Tanggung.</strong></p>
<p>Di garda utama, tetap mengandalkan para personil <strong>The Changcuters (Tria, Alda, Erick, Dipa dan Qibil). </strong>Kemudian ada si cantik <strong>Olivia Jensen </strong>dan<strong> Kamidia Radisti, </strong>serta didukung oleh beberapa artis senior seperti <strong>Edi Brokoli, Barry Prima, Candil, Denny, Inggrid Wijanarko, Joe P. Project, dan Fathir Muchtar</strong></p>
<p>Sebelumnya, saya belum pernah menonton dua film The Tarix Jabrix ini, selain itu saya juga belum pernah sama sekali menonton film ciptaan Iqbal Rais. Jadi, saya tidak berekpektasi apa-apa terhadap film ini. Saya hargai bahwa film ini berniat membawa nuansa komedi ringan yang menghibur ditengah gempuran film-film komedi jorok (<em>kalo ga mau dibilang porno).</em> Dan bagaimana tanggapan saya setelah menonton The Tarix Jabrix 3 ini? Kita lihat review saya dibawah ini.</p>
<p>Geng The Tarix Jabrix akhirnya mendapat pekerjaan masing-masing, <strong>Cacing (Tria Changcut) </strong>bekerja di sebuah perusahaan asuransi, <strong>Mulder (Dipa Changcut) </strong>bekerja sebagai wakil direktur di perusahaan papanya, <strong>Coki &amp; Ciko ( Qibil &amp; Alda Changcut) </strong>bekerja di kafe serta <strong>Dadang (Erick Changcut) </strong>yang bekerja d ibengkel.  Suatu hari, Cacing mendapat tantangan dari bosnya untuk bernegosiasi dengan dengan musuh lama The Tarix Jabrix, geng motor <strong>Road Devils </strong>agar tidak membuat kerusuhan lagi di Bandung yang sudah memakan banyak korban, dan tagihan klaim asuransi yang menumpuk. Cacing langsung menyanggupi dan mengajak geng motornya untuk menemaninya pulang kampung ke Bandung.  Namun, saat The Tarix Jabrix yang kali ini berangkat tidak memakai sepeda motor mereka, tapi mobil kantor tempat Cacing bekerja. Sesampainya di Bandung, mereka langsung disambut oleh Road Devils, dipimpin langsung oleh jenderal baru yang cantik tapi galak, <strong>Melly (Olivia Jensen)</strong>. Bukannya kesepakatan yang diperoleh, malah uang negosiasi dirampas dan mobil kantor dirusak, dan yang paling memakan harga diri Cacing adalah jaket keberuntungannya juga disita oleh Melly karena kalah adu balap. Emosi Cacing juga bertambah saat mengetahui bahwa Road Devils menyerang emak Cacing. The Tarix Jabrix akhirnya menyatakan perang kepada Road Devils, dibantu oleh <strong>Barokah (Edi Brokoli), </strong>mantan jenderal Road Devils yang merasa sakit hati kepada Melly dan ingin balas dendam. The Tarix Jabrix membuat perjanjian dengan Road Devils, geng motor yang kalah harus dibubarkan. Keduanya menyanggupi. The Tarix Jabrix pun berlatih kepada <strong>Koboi’ (Budi Dalton)</strong> yang berada di kawah Chandradimuka. Dan apa yang terjadi selanjutnya? Silakan tonton sendiri, yang pasti menurut saya, alur ceritanya mudah ditebak (berhubung ini genre komedi, jadi saya maklumi saja).</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture1.png"><img class="aligncenter" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture1.png" alt="" width="430" height="207" /></a></p>
<p>Disamping kisah utama diatas, kita juga disuguhkan berbagai kisah pelengkap, mulai dari kisah cinta Cacing dan Melly yang terhambat dengan pertarungan dua kubu, selain itu ada juga Dadang yang diam-diam naksir kepada <strong>Mayang (Kamidia Radisti)</strong>, serta kisah konflik antara Mulder dan ayahnya, dimana Mulder menganggap ayahnya bekerjasama dengan orang asing untuk mengekploitasi Indonesia.</p>
<p>Dari segi cerita, saya tidak ada masalah berarti, walaupun agak terganggu dengan kejadian-kejadian yang kurang sinkron, seperti saat setelah Cacing kecebur di sungai, eh kok HPnya berbunyi padahal kan otomatis HP itu juga ikut terendam bersama cacing. Yah, tapi namanya juga film, komedi lagi.</p>
<p>Dari sisi sinematografi (ini dari sudut pandang saya sebagai awam penikmat film), bung Iqbal berhasil membuat saya terpesona akan keindahan Tangkuban Parahu. Ya, pemandangan yang sangat indah dengan kabut putih yang tidak mengganggu. Namun, sayangnya ada kesalahan fatal saat penggambaran kejadian setelah longsor, terlalu kelihatan bahwa ini adalah film, bung Iqbal terlalu berani mengambil gambar dari jauh sehingga terlihatlah bahwa longsor hanya terjadi di bagian itu saja sedangkan di sebelah wilayah syuting terlihat bukit yang masih asri seolah-olah tidak habis terjadi longsor.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture3.png"><img class="aligncenter size-large wp-image-676" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture3-1024x597.png" alt="" width="614" height="358" /></a></p>
<p>Dari segi akting pemain, hmmm, ok, akting para personil The Changcuters disini menurut saya agak lebay, terutama untuk pemeran Coki dan Ciko, banyak adegan garing yang membuat tersenyumpun tidak.   Wah, berterimakasih lah kepada pemeran Cacing yang memang menyandang peran utama di film ini, Tria berhasil membawa gelak tawa penonton (termasuk saya, walaupun tidak sampai terbahak-bahak). Iya, Tria berhasil membawakan perannya sebagai Cacing yang lugu dan jenaka. Dipa dan Erick menurut saya biasa saja, masih agak kaku. Untuk peran pemanisnya, Olivia berhasil memerankan Melly yang jutek dan galak. Tapi jujur saya agak terganggu dengan artikulasi Olivia yang masih agak belepotan. Untuk Kamidia, menurut saya ia kurang menggambarkan Mayang yang jago naik motor, masih terlihat sangat feminin (apa mungkin karena faktor wajah kali yah?). Bagaimana dengan para pemain pendukung? Tidak ada masalah, semua sukses memerankan perannya masing, terutama bung Joe, kang Denny dan Mbak/Mas Candil yang sukses membuat saya tertawa.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture2.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-675" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Picture2.png" alt="" width="491" height="287" /></a></p>
<p>Dari segi soundtrack, saya suka. Saya tidak ada masalah dengan lagu-lagu pengiring di film ini, semuanya sesuai. Terutama dengan lagu “Kasih Ibu”. Masih ada “I love u, bibeh” di film ini, tidak menjadi masalah sih, toh lagu ini juga asyik didengar dan cocok dengan karakter film ini yang ceria.</p>
<p>Secara keseluruhan, film ini ingin menyampaikan (sejak dari sekuel pertamanya) bahwa geng motor tidak harus identik dengan kekerasan dan kerusuhan, tapi geng motor juga bisa menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat, menaati peraturan lalu-lintas serta menghargai orang tua.</p>
<p>&#8211;<em>“Geng motor bukan penjahat, penjahat mah banyak”—Cacing</em></p>
<p><em>­</em>Kisah anak dan ibu serta konflik ayah dan anak juga dapat diperoleh di film ini, yah nilai-nilai Indonesia masih kuat di film ini bahwa orang terdekat kita tetap keluarga, ayah dan ibu.</p>
<p>The Tarix Jabrix 3 memang bukan film yang istimewa, apalagi ini merupakan sekuel ketiga. Tetapi, sebagai hiburan ringan, film ini dapat menjadi alternatif tontonan. Saksikan mulai 16 Juni 2011 di bioskop kesayangan anda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>-hry-<em> </em></p>
<p>&nbsp;</p>
<div></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/06/review-the-tarix-jabrix-3-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Review: Serdadu Kumbang (2011)</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/06/review-serdadu-kumbang-2011/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/06/review-serdadu-kumbang-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Jun 2011 06:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Aksa Syadri</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=654</guid>
		<description><![CDATA[“Saya mau sekolah, bu. Tapi selalu dihukum” – Amek Alenia Pictures kembali mengeluarkan film yang berkisah tentang anak-anak di daerah pedalaman dengan segala bentuk keceriaan, kesedihan, perjuangan, dan sekelumit kisah kehidupan di lingkungannya. Setelah suksesnya film seperti Denias dan Tanah Air Beta, kali ini rumah produksi milik pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnain memberikan giliran<a href="http://matasinema.org/2011/06/review-serdadu-kumbang-2011/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><em>“Saya mau sekolah, bu. Tapi selalu dihukum” – Amek</em></p>
<p>Alenia Pictures kembali mengeluarkan film yang berkisah tentang anak-anak di daerah pedalaman dengan segala bentuk keceriaan, kesedihan, perjuangan, dan sekelumit kisah kehidupan di lingkungannya. Setelah suksesnya film seperti Denias dan Tanah Air Beta, kali ini rumah produksi milik pasangan Ari Sihasale dan Nia Zulkarnain memberikan giliran kepada Serdadu Kumbang untuk unjuk gigi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 255px"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-A0WnPRMY1SE/TfEbzwARiVI/AAAAAAAAADw/3JlOd0ntkc8/s1600/serdadu+kumbang+Sumbawa.jpg" alt="" width="245" height="576" /><p class="wp-caption-text">Serdadu Kumbang</p></div>
<p>Film Serdadu Kumbang yang akan rilis pada tanggal 16 Juni ini bercerita tentang tiga sahabat, Amek, Umbe, dan Acan yang hidup di tanah Dusun Mantar, Sumbawa, Nusa Tenggara. Namun lebih fokus kepada tokoh utamanya, si Amek, seorang anak yang terobsesi menjadi penyiar berita di TV namun memiliki bibir sumbing, sehingga ia mengurungkan cita-citanya dan menyimpannya ke botol dan digantung kedalam pohon harapan. Ayahnya pergi ke Malaysia sehingga di rumah hanya tinggal ia, ibunya (Titi Sjuman), dan kakaknya, Minun.</p>
<p>Kisah mereka berkisar antara kehidupan Sekolah Dasar mereka yang dididik oleh seorang guru bernama Alim (Lukman Sardi) dengan disiplin yang sangat tinggi dan tidak segan menghukum murid yang bandel. Lalu ada ibu guru Imbok (Ririn Ekawati), guru yang sangat baik hati dan sabar serta cantik jelita dalam menghadapi murid-muridnya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img src="http://4.bp.blogspot.com/-0RHniE7NYr4/TfEb0mUFeFI/AAAAAAAAAD0/WDjrP91EBig/s1600/SERDADU+KUMBANG.mp4.flv_000100000.jpg" alt="" width="384" height="190" /><p class="wp-caption-text">Ibu Guru Imbok</p></div>
<p>Dalam kisah kehidupan sekolah ini, cerita menyorot bagaimana perilaku para guru dalam menindak murid-murid yang bandel. Bagian ini agak sedikit menyoroti kasus-kasus kekerasan terhadap murid SD yang cukup sering diberitakan di media. Dan yang paling disorot adalah kebijakan Ujian Nasional yang menentukan lulus tidaknya seseorang dari bangku sekolahnya. Minun, kakak Amek, yang penuh dengan prestasi gemilang dan cemerlang, harus menelan pil pahit bersama semua temannya karena tidak lulus ujian nasional untuk SMP. Minun pun putus asa dan ingin melepas kembali harapan yang telah ia gantungkan di pohon harapan. Namun sayang, Minun tidak hati-hati dan akhirnya jatuh dan meninggal.</p>
<p>Dan memang faktanya seperti itu di negeri ini, Ujian Nasional bukan tolak ukur yang tepat untuk menentukan tingkat kecerdasan dan memberikan cap “Lulus” kepada yang berhasil melewatinya. Tidak sedikit murid yang mengoleksi segudang prestasi namun tidak lulus UN mungkin karena alasan sepele.</p>
<p style="text-align: left;">Selain kehidupan sekolah, cerita mengenai kehidupan sehari-hari tiga sahabat ini juga menjadi sajian menarik. Mengenai si Amek yang mengikuti lomba pacuan kuda, kuda kesayangan Amek yang bernama Semodeng, dan kisah mengenai obsesi Amek menjadi penyiar berita TV. Amek kerap ditanyai “Apa rungan negeri kita?” (rungan: kabar) oleh tetangga-tetangganya karena Amek sering menonton siaran berita dan menyampaikannya ke orang-orang.</p>
<div id="attachment_655" class="wp-caption aligncenter" style="width: 491px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Capture.jpg"><img class="size-full wp-image-655 " title="Capture" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/06/Capture.jpg" alt="" width="481" height="362" /></a><p class="wp-caption-text">Keluarga Amek menyemangati Amek di lomba pacuan kuda</p></div>
<p>Dari segi cerita kurang lebih seperti itu, mengalir apa adanya karena ada berbagai fokus kisah, tidak memberikan satu alur cerita khusus yang memiliki awal, klimaks, dan anti klimaks. Akting dari masing-masing karakter juga sudah cukup pas dan tidak terkesan dibuat-buat, terutama bintang-bintang baru yang memerankan tiga sahabat dan beberapa temannya.</p>
<p>Tak ketinggalan ciri khas film produksi Alenia Pictures, pengambil gambar sangat mengeksplorasi keindahan alam tempat mereka syuting. Kali ini pemandangan gunung, pesisir, dan dermaga di daerah Sumbawa tersebut menjadi sasaran empuk si pemegang kamera. Ah, saya suka soundtracknya! Dengan judul lagi yang sama dengan judul film, diibawakan dengan apik oleh Ipang. Sangat menyatu dengan semangat anak-anak Serdadu Kumbang tersebut. Kesimpulannya, cukup recommended buat mengisi agenda menonton di akhir pekan bersama keluarga :)</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 528px"><img src="http://3.bp.blogspot.com/-taU_u96rp4g/TfEby4oqD8I/AAAAAAAAADs/QQvv6ofNNJ0/s1600/random%2528161%2529.jpg" alt="" width="518" height="389" /><p class="wp-caption-text">Gala Premiere Serdadu Kumbang di Epicentrum XXI</p></div>
<p style="text-align: left;">Penilaian Keseluruhan: <strong>7/10</strong></p>
<p><em>sumber gambar:</em><br />
<em> &#8211; kabarindo.com</em><br />
<em> &#8211; sichuex.blogspot.com</em><br />
<em> &#8211; dokumentasi pribadi</em></p>
<div><em>Review juga dapat dibaca di <a href="http://lifeepisode.blogspot.com/2011/06/sok-ngereview-serdadu-kumbang-2011.html">blog pribadi penulis</a>.</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/06/review-serdadu-kumbang-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The Mirror Never Lies</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/05/the-mirror-never-lies/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/05/the-mirror-never-lies/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 May 2011 12:29:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>iLLa</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>
		<category><![CDATA[the mirror never lies]]></category>
		<category><![CDATA[wakatobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Belum banyak film Indonesia yang mengangkat tema tentang kehidupan salah satu suku bangsanya. di antara yang sedikit itu, film The Mirror Never Lies (Laut Bercermin) ini adalah salah satunya. Film yang disutradarai oleh Kamila Andini, putri dari sutradara senior Garin Nugroho ini turut didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi dan World Wide Foundation (WWF) SINOPSIS<a href="http://matasinema.org/2011/05/the-mirror-never-lies/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/05/pakis.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-633" title="pakis" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/05/pakis-300x143.jpg" alt="" width="300" height="143" /></a><br />
Belum banyak film Indonesia yang mengangkat tema tentang kehidupan salah satu suku bangsanya. di antara yang sedikit itu, film The Mirror Never Lies (Laut Bercermin) ini adalah salah satunya. Film yang disutradarai oleh Kamila Andini, putri dari sutradara senior Garin Nugroho ini turut didukung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi dan World Wide Foundation (WWF)</p>
<p>SINOPSIS<br />
Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Pakis yang selalu merindukan sang Ayah. Menurut cerita, sang Ayah hilang di lautan, ketika sedang bekerja menangkap ikan. Ibu Pakis, Tayung (Atiqah Hasiholan) sudah berulang kali meminta Pakis untuk tidak lagi menunggu-nunggu ayahnya, tapi Pakis tetap bersikeras. Ia bahkan selalu mengunjungi Sanro (dukun) untuk bertanya tentang keberadaan ayahnya, sambil selalu membawa cermin pemberian ayahnya. Pakis selalu ditemani oleh sahabatnya yang bernama Lumo (Eko) dalam pencarian ayahnya ini.</p>
<p style="text-align: left;">Kemudian muncul Tudo (Reza Rahadian) seorang peneliti lumba-lumba dari Jakarta, hadir di kehidupan ibu dan anak ini. Akankah akhirnya Pakis menemukan ayahnya? Lantas bagaimana dengan Tudo dan penelitiannya? Dengan latar budaya yang unik dan pemandangan yang indah di Pulau Wakatobi, jalinan cerita dan konflik selanjutnya hadir dengan sederhana di antara mereka.</p>
<p style="text-align: center;">&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Berikut beberapa point yang menjadi alasan mengapa film ini layak ditonton oleh sahabat Matasinema :</p>
<ol>
<li>Menyajikan sinematografi yang luar biasa. Pulau Wakatobi adalah salah satu dari sekian ribu pulau kecil yang ada di Indonesia. Sejak tahun 1996 di sini diresmikan Taman Nasional yang menyajikan kekayaan dan panorama bawah laut. Dan keindahan bawah laut inilah yang ingin disuguhkan oleh sang Sutradara, Kamila Andini.</li>
<li>Menampilkan keseharian masyarakat di sana yang unik. Bayangkan saja mereka hidup di rumah-rumah yang terapung di atas air. Rumah itu hanya terbuat dari bambu, kayu, anyaman untuk dinding, tapi mereka tetap bertahan! Untuk berjalan ke rumah tetangga, dan untuk aktivitas yang lain, mereka berjalan diatas kayu-kayu yang disusun saling berkaitan. Susunan kayu yang tampak seperti ”jembatan-jembatan” kecil itu tidak lebar, mungkin hanya selebar satu tapak kaki orang dewasa. Tapi mereka dengan lincah berjalan di atasnya, yang anak-anak kecil bahkan berlarian, tanpa takut terjatuh. Wih..<br />
Jika ingin beraktivitas di tempat yang agak jauh dari pemukiman mereka, mereka menggunakan alat transportasi perahu kecil yang didayung manual, tidak menggunakan mesin. Oia, ada satu adegan menarik yang diperankan oleh Lumo, yaitu ketika ia mendayung perahunya dengan santai, sambil berbaring! Perahu kecilnya itu juga yang dipakai untuk berangkat ke sekolah bersama Pakis.</li>
<li>Selingan nyanyian ”live” tanpa iringan alat musik, dialog yang lucu dan tingkah polah alami khas anak kampung yang diperankan baik oleh Pakis, Lumo, dan beberapa pemeran figuran dari anak2 penduduk asli Wakatobi menjadi hiburan tersendiri dan membuat film ini menjadi tidak membosankan.</li>
<li>Film ini ingin menyampaikan pesan bahwa manusia dapat hidup berdampingan dengan alam, sepanjang kita juga menjaga kelestarian dan tidak mencemarinya. Ada dialog yang menarik antara Tudo dan Pakis, ketika Tudo bertanya : ”Kenapa kamu mau tinggal di sini? Di atas air. Tidak takut?” kemudian Pakis bilang : ”Katanya Ayah sy tidak perlu takut. Di sini bagus. Walaupun setiap hari bergoyang tapi kita tetap hidup”.</li>
</ol>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/05/rumah-di-WK.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-634" title="rumah di WK" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/05/rumah-di-WK-300x185.jpg" alt="" width="300" height="185" /></a><br />
Beberapa waktu yang lalu keindahan Pulau Belitong sudah kita nikmati dalam film Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Sekarang Pulau Wakatobi. Dan tentunya masih ada ribuan pulau2 dan tempat2 yang lain yang mungkin belum kita tahu betapa indahnya ia.<br />
Dan akhirnya, kita bisa berkesimpulan bahwa ternyata memang Indonesia penuh dengan kekayaan yang tidak ternilai. Bahwa Indonesia bukan hanya Bali saja. Dan bahwa Indonesia, layak untuk kita promosikan di dunia internasional. <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/rock_n_roll.gif' alt='(rock)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/05/the-mirror-never-lies/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Film (?) Tanda Tanya by Hanung Bramantyo (tahun 2011)</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/04/film-tanda-tanya-by-hanung-bramantyo-tahun-2011/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/04/film-tanda-tanya-by-hanung-bramantyo-tahun-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Apr 2011 16:35:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Iman</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=607</guid>
		<description><![CDATA[“Andai saja saya seorang atheis maka film ini akan mendapatkan nilai &#8220;mendekati sempurna&#8221;, baik dari karakter tokoh, akting pemain, laju cerita, keindahan gambar dan sinematografi, bahkan musiknya pun keren. Sayang ternyata film ini banyak menimbulkan luka bagi perasaan banyak pihak, tak terkecuali saya sebagai seorang Muslim.” Hanung Bramantyo, seorang tokoh sineas Indonesia yang tengah melejit<a href="http://matasinema.org/2011/04/film-tanda-tanya-by-hanung-bramantyo-tahun-2011/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote>
<p style="text-align: center;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/04/180529_111542645589608_100002016202394_86707_4155736_n.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-611" title="180529_111542645589608_100002016202394_86707_4155736_n" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/04/180529_111542645589608_100002016202394_86707_4155736_n.jpg" alt="" width="504" height="476" /></a></p>
<p><em>“Andai saja saya seorang atheis maka film ini akan mendapatkan nilai &#8220;mendekati sempurna&#8221;, baik dari karakter tokoh, akting pemain, laju cerita, keindahan gambar dan sinematografi, bahkan musiknya pun keren. Sayang ternyata film ini banyak menimbulkan luka bagi perasaan banyak pihak, tak terkecuali saya sebagai seorang Muslim.”</em></p></blockquote>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hanung_Bramantyo">Hanung Bramantyo</a>, seorang tokoh sineas Indonesia yang tengah melejit namanya lewat karya-karyanya yang ciamik namun tak jarang mengandung kontroversial. Sebut saja <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perempuan_Berkalung_Sorban">Film Perempuan Berkalung Sorban</a></strong> yang ditentang habis-habisan oleh kalangan pesantren karena menggambarkan pesantren sedemikian buruknya atau <strong><a href="http://www.21cineplex.com/sang-pencerah,movie,2364.htm">Film Sang Pencerah</a></strong> yang menyisakan berjuta tanda tanya akan keabsahan sejarah sang tokoh <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Dahlan">Ahmad Dahlan</a> yang ditampilkan dalam film ini atau keberanian <a href="http://twitter.com/#!/hanungbramantyo">Hanung</a> mengobrak-abrik novel <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ayat-Ayat_Cinta_(film)">Ayat-Ayat Cinta</a></strong> hingga menjadi film yang kental dengan nuansa poligami.</p>
<p>Tak dapat dipungkiri di balik sisi kontroversialnya, <a href="http://hanungbramantyo.multiply.com/">Hanung</a> adalah seorang sutradara yang benar-benar luar biasa. Ia mampu menyajikan film-film yang segar dan benar-benar original dengan &#8220;cita rasa Hanung&#8221;. Memiliki bobot dan pesan moral yang terkadang berat dan serius. Kemampuan teknis dalam pembuatan film serta intuisinya dalam memilih pemain benar-benar sulit disangkal kualitasnya. Sejatinya Hanung adalah seniman film yang handal dan mumpuni.</p>
<p>Debut terbarunya sebagai sutradara kembali menuai kontroversi, lewat Film yang berjudul <a href="http://filmtandatanya.com">&#8220;?&#8221; (tanda tanya)</a> ini isu yang benar-benar sensitif kembali ia angkat, yaitu tentang toleransi antar ummat beragama.</p>
<p>Di sini pun toleransi digambarkan secara benar-benar &#8220;cita rasa Hanung&#8221;, yang sayangnya kali ini banyak menabrak keyakinan suci banyak pihak. Saya menilai dalam hal ini Hanung agak kurang berhati-hati jika tidak ingin dikatakan sebagai gegabah.<br />
<strong> </strong></p>
<p><strong>PLURALITAS SEBAGAI DASAR BERCERITA</strong><br />
Pluralitas atau keberagaman yang ada di negeri ini memang sebuah realitas. Perbedaan ini bisa mengalunkan simfoni yang indah bak sebuah sajian orkestra jika menapak dalam sebuah jalan yang bernama toleransi. Toleransi tidak pernah menyangkal adanya perbedaan, tapi ia mampu menjadikan setiap pemilik perbedaan itu saling berlapang dada/bersabar satu sama lainnya dalam perbedaan keyakinan dan tentunya tetap saling berinteraksi secara wajar dalam hal sosial dan kemanusiaan.</p>
<p>Apa jadinya jika masing-masing instrumen musik yang bersuara indah ini dipaksakan berbaur satu sama lain? Apakah masih indah suara biola jika dipaksakan memakai senar gitar? Apakah masih merdu jika sebuah kecapi dimainkan dengan penggesek biola? Apakah indah terdengar suara gendang yang ditabuh dengan menggunakan pemukul gamelan?</p>
<p>Inilah yang sepertinya dipaksakan Hanung dalam film terbarunya. Isu toleransi disajikan dengan amat serampangan. Coba kita simak apa saja pencampur-adukan yang Hanung lakukan dalam Film “?” ini.</p>
<p><strong>WANITA MUSLIMAH TIBA-TIBA MENJADI KATOLIK</strong></p>
<p><img class="alignleft" title="http://filmtandatanya.com/wp-content/uploads/2011/03/RIKA-210x300.jpg" src="http://filmtandatanya.com/wp-content/uploads/2011/03/RIKA-210x300.jpg" alt="" width="168" height="240" />Dikisahkan seorang wanita muslimah yang memutuskan bercerai dengan suaminya karena tidak bersedia suaminya menikah lagi (poligami). Kekecewaan yang mendalam terhadap sang suami menjadikan ia memutuskan untuk berpindah keyakinan menjadi seorang Katolik. Namun demikian anak satu-satunya wanita ini tetap dibiarkan dengan keyakinannya semula sebagai Muslim.</p>
<p>Bukankah terlalu jauh antara sebab dan akibat yang ditimbulkan? Jika sang muslimah menjadi benci dengan laki-laki atau membenci institusi lembaga perkawinan atau bahkan ekstrimnya ia menjadi seorang penyuka sesama wanita, ini masih dapat diterima secara logis. Tapi si Muslimah tiba-tiba berubah keimanan menjadi seorang katolik agak terlalu jauh dari logika. Agak ada kesan terlalu memaksakan diri untuk menampilkan kisah ini.</p>
<p>Yang cukup menyakitkan bagi kaum Muslim adalah bagaimana ending kisah si wanita ini yang akhirnya dapat diterima oleh seluruh keluarganya. Sungguh ada kesan bahwa keluar dari Islam adalah sesuatu yang wajar dan biasa saja, tidak perlu terlalu dipermasalahkan.</p>
<p><strong>SEORANG MUSLIM BERMAIN DALAM DRAMA PERAYAAN PASKAH</strong><br />
<img class="alignright" title="http://filmtandatanya.com/wp-content/uploads/2011/03/SURYA-210x300.jpg" src="http://filmtandatanya.com/wp-content/uploads/2011/03/SURYA-210x300.jpg" alt="" width="210" height="300" />Berulang kali menemui kegagalan dalam seni peran yang ia tekuni hampir selama 10 tahun, ada sesosok pemuda Muslim yang akhirnya rela menentang hati nuraninya dan keimanannya dengan mengambil sebuah tawaran untuk berperan sebagai Yesus Kristus dalam sebuah drama paskah sebuah gereja Katolik. Penyesalan sang tokoh digambarkan dengan secara berulang kali ia mengulang membaca surah Al Ikhlas, sebuah surah pendek dalam Al Qur&#8217;an yang berisi tentang keesaan ALLAH.</p>
<p>Sedemian tidak ada pilihan lainkah hingga akhirnya sang pemuda memilih berperan sebagai tokoh yang tidak sesuai dengan keimanannya?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>MUSLIMAH BERJILBAB BEKERJA DI RESTORAN BERMENU TIDAK HALAL?</strong><br />
Himpitan ekonomi mampu menepiskan kerisihan hati seorang gadis berjilbab hingga ia rela bekerja pada sebuah rumah makan yang menyediakan menu tak halal (daging babi).</p>
<p>Sekali pun penggunaan seluruh perangkat masak antara yang halal dan tidak halal dipisahkan secara jelas, bukankah terlalu riskan bagi seorang muslimah (apalagi berjilbab) untuk membuat pilihan yang demikian?</p>
<p><strong>BEGITU MUDAHNYA SEORANG CHINA BERPINDAH AGAMA?</strong><br />
Tanpa petunjuk yang terlalu jelas, Hendra seorang tokoh keturunan Cina akhirnya memutuskan untuk berpindah keyakinan dan memilih sebagai Muslim. Ada sedikit petunjuk yang menggambarkan bahwa ia pernah mencintai seorang gadis Muslimah yang bekerja di tempatnya.</p>
<p>Buat saudara-saudara kami yang beragama Budha, mungkin ini juga menjadi sebuah pertanyaan. Betapa mudahnya sang tokoh melepas keimanan Budha-nya untuk berpindah ke agama lain, apalagi jika penyebabnya hanya karena seorang wanita.</p>
<p><strong>KARAKTER DAN PEMAIN</strong><br />
Revalina S. Temat, Reza Rahadian, Agus Kuncoro, Hengky Solaiman&#8230; nama-nama ini sungguh tidak diragukan lagi kepiawaiannya dalam mendalami peran dan karakter tokoh yang mereka mainkan. Hanung mampu memilih pemain yang benar-benar secara natural mampu menghidupkan sang tokoh dalam <a href="http://filmtandatanya.com/">film “?”</a> ini. Mereka benar-benar seperti tidak sedang berakting, karena mereka seolah memerankan diri mereka masing-masing. Salut atas pemilihan pemain dalam film ini yang mampu membuat setiap karakter benar-benar hidup. Kehadiran Endhita dan Rio Dewanto pun cukup ciamik di sini, begitu luwes dan menyatu dengan alur yang berjalan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>ALUR CERITA</strong></p>
<p><strong> </strong><img class="aligncenter" title="http://filmtandatanya.com/wp-content/uploads/2011/03/MENUK-210x300.jpg" src="http://filmtandatanya.com/wp-content/uploads/2011/03/MENUK-210x300.jpg" alt="" width="210" height="300" /><br />
Ada 3 pihak yang diceritakan di sini, ada seorang wanita beranak satu yang baru bercerai, ada sesosok Muslimah berjilbab yang terpaksa bekerja dalam sebuah rumah makan non halal karena suaminya belum bekerja, ada pula sebuah keluarga keturunan Cina yang memiliki seorang anak yang agak keras kepala dan sulit diatur.</p>
<p>Ketiga pihak di atas saling berinteraksi dalam sebuah kisah yang terjalin cukup rumit. Namun demikian kerumitan ini mampu diuntai menjadi jalan cerita yang mudah dicerna, segar karena disisipi oleh humor, namun juga sesekali mampu menggugah emosi penonton. Terlepas dari isi cerita, kisah yang berjalan begitu nyaman untuk dinikmati.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>SINEMATOGRAFI</strong><br />
Menonton <a href="http://filmtandatanya.com/">film “?”</a> ini kita benar-benar disajikan gambar yang indah, cukup memanjakan mata. Sekalipun merupakan sebuah film drama, “?” mampu membuktikan diri tampil dengan meninggalkan semua kesan sinetron yang acapkali kita saksikan di layar kaca.</p>
<p>Lihat saja sebuah <em>scene</em> bagaimana sebuah siluet kubah masjid ditampilkan begitu cantik dengan perubahan latar belakang secara cepat dari matahari terbit, terang, hingga matahari kembali terbenam. Atau cerminan plang nama restoran pada sebuah genangan air yang buyar ketika ada kaki yang menginjak genangan itu, sungguh artistik.</p>
<p>Kesan dominasi warna-warna kelam sebagaimana yang sering kita temui dalam film Hanung sebelumnya, semisal Ayat-Ayat Cinta dan Sang Pencerah masih muncul di sini. Namun demikian ini adalah ciri khas Hanung dan sama sekali tidak mengganggu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>SOUNDTRACK</strong><br />
Siapa yang tak kenal nama <a href="http://tukangdesain.tripod.com/tya/">Tya Subyakto</a>? Ternyata beliaulah yang menata musik dalam film ini. Pantas saja alunan musik terdengar sangat kaya akan instrumen merdu yang bersesuaian dalam tiap adegan. Film ini menjadi begitu bernyawa dengan musik-musik pengiring yang begitu pas di telinga.</p>
<p><a href="http://www.sheilaon7.com/">Sheila on 7</a> dengan lagu-lagu pop mereka tampil begitu mengena di sini. Sekali pun secara visual penggambaran pengamen di 2 adegan berturut-turut terkesan lucu dan kurang natural, namun musik <a href="http://www.sheilaon7.com/">Sheila</a> mampu hadir dengan anggunnya. Begitu pas dan masuk ke dalam adegan dan emosi yang ingin dicapai dari <em>scene</em> tersebut. Setidaknya ada 2 lagu milik <a href="http://www.sheilaon7.com/">Sheila</a> berkumandang di sini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>BEBERAPA CATATAN</strong><br />
Film yang sedemikian baik dalam tataran teknis dan penggarapan ini ternyata justru memiliki permasalahan dengan substansi cerita dan pesan yang ingin disampaikan. Ada beberapa pesan yang sepertinya ingin diutarakan film ini, baik secara tersirat maupun secara lugas kepada penontonnya, antara lain:</p>
<p><strong><em>Ada banyak jalan menuju satu Tuhan. Jalan yang mana pun yang kau pilih adalah sama karena ia menuju ke arah yang sama, yaitu Tuhan. </em></strong></p>
<p>Pesan ini luar biasa berbahaya, bahkan paham pluralisme pun tidak demikian memahami keberagaman agama dan keyakinan. Masing-masing keyakinan pastilah mengimani bahwa keyakinan yang dipilihlah merupakan keyakinan yang paling benar dan mampu mengantarkan menuju Tuhan yang benar. Tidak bisa kita mengatakan semua agama itu benar, kita tentu akan memilih salah satu yang kita anggap paling benar. Ini adalah masalah keimanan (akidah), namun tentu saja ini tidak lantas menjadikan kita tidak bersosialisasi dengan yang berbeda keyakinan dengan kita. Hubungan yang baik antara sesama manusia, tolong-menolong dan hal-hal kemanusiaan lainnya tetaplah berjalan dengan harmonis, tentu di luar masalah akidah/keimanan.</p>
<p><strong><em>Berpindah Agama adalah sesuatu yang wajar dan biasa</em></strong><br />
Digambarkan bahwa sikap terbaik dalam menanggapi seseorang yang menanggalkan keimanannya dan berpindah kepada keimanan lain adalah sesuatu yang ringan, wajar, dan sama sekali tidak serius. Sikap permisif yang sangat menakutkan. Masalah keimanan adalah sesuatu yang luar biasa serius dan tidak bisa dibuat simplifikasi semacam itu.</p>
<p><strong><em>(Lagi-lagi) Islam ditampilkan dengan wajah yang BRUTAL dan ANARKIS</em></strong><br />
Sekonyong-konyong film dibuka dengan adegan penusukan seorang pendeta, kita sudah bisa mengetahui kira-kira ke mana telunjuk untuk “sang tertuduh” akan diarahkan kan?</p>
<p>Dengan berteriak takbir sekelompok pemuda menyerang sebuah rumah makan non halal dengan membabi buta. Tidak terlalu jelas motifnya, cuma karena rumah makan ini buka pada hari ke-2 Lebaran? Begitukah?</p>
<p>Bom dalam sebuah gereja pada acara perayaan Natal. Ini pun akan jelas ke mana tuduhan dilontarkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>KESIMPULAN</strong><br />
Jika masalah akidah dan keimanan adalah hal yang masih penting menurut Anda, maka film ini<strong> TIDAK LAYAK UNTUK ANDA SAKSIKAN</strong>. Film ini mencoba melakukan simplifikasi/pendangkalan akidah yang dikemas dalam kemasan yang luar biasa cantik dan menawan.</p>
<p>Jika TOLERANSI bagi Anda tidak bisa ditawar dalam hal-hal yang terkait masalah keimanan, maka film ini juga <strong>TIDAK KAMI REKOMENDASIKAN UNTUK ANDA SAKSIKAN</strong> karena toleransi dalam film ini mencoba masuk ke ranah akidah, bukan lagi pada tataran sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Jika Anda ingin menikmati sebuah film dengan kualitas pemain yang mumpuni, sutradara yang handal, alur cerita yang enak dinikmati, gambar yang memanjakan mata, serta iringan musik yang menggugah jiwa, <strong>FILM INI LAYAK UNTUK DINIKMATI DARI SEGI PENCAPAIAN TEKNIS</strong>. Tentu saja dengan catatan agar Anda menganggap cerita ini tak lebih dari sebuah cerita yang tidak menggugah keimanan Anda.</p>
<p><em>Untukmu agamamu, untukku agamaku&#8230; (QS Al Kafirun)</em><br />
Bukan : Agamamu dan agamaku&#8230; agama kita sama menuju Tuhan yang Esa&#8230;<br />
<em> </em></p>
<p><em>Wallahu&#8217;alam bish shawab</em></p>
<p><em>Sumber foto : <a href="http://filmtandatanya.com">http://filmtandatanya.com</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/04/film-tanda-tanya-by-hanung-bramantyo-tahun-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluncuran Buku Perdana Oki; &#8220;Melukis Pelangi, Catatan Hati Oki Setiana Dewi&#8221;</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/03/peluncuran-buku-perdana-oki-melukis-pelangi-catatan-hati-oki-setiana-dewi/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/03/peluncuran-buku-perdana-oki-melukis-pelangi-catatan-hati-oki-setiana-dewi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2011 09:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cici silent</dc:creator>
				<category><![CDATA[PROFIL]]></category>
		<category><![CDATA[KCB]]></category>
		<category><![CDATA[Launching]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan]]></category>
		<category><![CDATA[Melukis Pelangi]]></category>
		<category><![CDATA[Mizania]]></category>
		<category><![CDATA[Oki Setiana Dewi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=579</guid>
		<description><![CDATA[  Siapa sangka, selain pandai berakting dan bernyanyi, pemeran tokoh Anna Althafunnisa dalam film KCB ini, Oki Setiana Dewi, ternyata juga mampu menulis sebuah buku. Saat diwawancara tim MataSinema pada Launching buku perdananya di IBF 2011 Istora Senayan Sabtu lalu (12/03), Oki menuturkan bahwa ia menulis buku ini karena ia ingin sekali berbagi kepada teman-teman,<a href="http://matasinema.org/2011/03/peluncuran-buku-perdana-oki-melukis-pelangi-catatan-hati-oki-setiana-dewi/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" href="https://lh4.googleusercontent.com/-06OK8ZD9UII/TX-Prshm27I/AAAAAAAAAmw/tOXAngKJYMY/s1600/Launching+Buku+Oki+SD+12.jpg"><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-06OK8ZD9UII/TX-Prshm27I/AAAAAAAAAmw/tOXAngKJYMY/s320/Launching+Buku+Oki+SD+12.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Siapa sangka, selain pandai berakting dan bernyanyi, pemeran tokoh Anna Althafunnisa dalam film <a href="http://www.filmketikacintabertasbih.com/">KCB</a> ini, <a href="http://selebriti.kapanlagi.com/indonesia/o/oki_setiana_dewi/">Oki Setiana Dewi</a>, ternyata juga mampu menulis sebuah buku. Saat diwawancara tim <a href="http://matasinema.org/tentangkami">MataSinema</a> pada Launching buku perdananya di <a href="http://www.islamic-bookfair.com/">IBF 2011</a> <a href="http://wikimapia.org/8199325/Istora-Senayan">Istora Senayan</a> Sabtu lalu (12/03), Oki menuturkan bahwa ia menulis buku ini karena ia ingin sekali berbagi kepada teman-teman, sahabat serta semua penggemarnya. Tulisan yang berjumlah 334 halaman ini mengisahkan tentang perjalanan hidup Oki sejak kecil, remaja, serta lika-liku perjalanannya dalam meraih kesuksesan saat memutuskan untuk hijrah ke <a href="http://jakarta.go.id">ibukota</a>. Di sini juga dituliskan bagaimana perjuangan Oki dalam mempertahankan idealismenya sebagai seorang <a href="http://muslimah.or.id">Muslimah</a> untuk tetap istiqomah walau berkecimpung di dunia hiburan yang sarat dengan godaan dan cobaan.</p>
<p style="text-align: left;">Saat menulis buku ini, Oki mengaku tidak mengalami kesulitan berarti karena ia telah terbiasa menulis <em>diary</em> sejak kecil. &#8220;<em>Sejak dulu saya memang suka menulis diary, dan sampai saat ini jumlah buku diary saya ada belasan buku</em>&#8220;, ujar Oki saat ditemui tim <a href="http://matasinema.org">MataSinema</a> pada <em>Press Conference</em> di salah satu Resto Istora Senayan, Jakarta.  &#8221;<em>Namun, tentu saya dibantu oleh para proofreader dan editor dalam proses finishing</em>&#8220;, tambahnya.</p>
<p style="text-align: left;">Dalam proses pembuatan buku ini, Oki memanfaatkan waktu-waktu luangnya untuk menulis saat <em>break shooting</em> atau pun di sela-sela waktu kuliahnya yang padat. Dan alhamdulillah Oki mampu menyelesaikan buku perdananya hanya dalam waktu 4 bulan.</p>
<p style="text-align: left;">Buku yang diterbitkan oleh <a href="http://id-id.facebook.com/people/Penerbit-Mizania/100000827856733">Mizania</a> ini berjudul, <strong>&#8220;Melukis Pelangi, Catatan Hati Oki Setiana Dewi&#8221;</strong>. Apa makna yang terkandung di dalam kata-kata &#8220;Melukis Pelangi&#8221;? Bagi Oki, kehidupan ini adalah layaknya pelangi. Penuh gejolak dan warna-warni. Maka judul itu dianalogikan sebagai sebuah sikap hidup yang indah. Yakni bagaimana seorang Muslimah mewarnai hidupnya dengan percikan tuntunan Allah, bagaimana ia menghadapi <em>episode</em> demi <em>episode</em> hidup dengan tetap berusaha istiqomah dan senantiasa mencari ridho Allah dalam setiap langkahnya, hingga kesemuanya itu ia jalani bagai sebuah karya lukisan warna-warni yang indah layaknya pelangi.</p>
<p style="text-align: left;">Buku yang berisi catatan hati Oki ini sangat asyik untuk dibaca. Selain bahasanya ringan, keindahan <em>chapter</em> demi <em>chapter</em> yang dilalui saat membacanya, akan membuat kita semakin masuk ke dalam lukisan pelangi kehidupan seorang <a href="http://www.okisetianadewi.com/">Oki Setiana Dewi</a>.</p>
<p style="text-align: left;">Di akhir wawancara, Oki menyampaikan harapannya agar buku ini dapat bermanfaat serta dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan terkait dengan sisi pribadi Oki yang begitu ingin diketahui oleh banyak orang.</p>
<p style="text-align: left;">Karya perdananya ini tentu saja menjadi sebuah awalan yang baik bagi Oki untuk mendalami dunia kepenulisan. Oki pun menyampaikan dengan antusias bahwa ia akan senantiasa belajar dan terus menggali potensinya dalam menulis sehingga akan lahir karya-karya lainnya yang bermanfaat dan menginspirasi.</p>
<p style="text-align: left;"><em>Bravo!</em> Selamat atas Launching buku perdananya,<em><strong> &#8220;Melukis Pelangi, Catatan Hati Oki Setiana Dewi&#8221;</strong></em>.  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/party.gif' alt='(party)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;"><strong>Beberapa poin :</strong></p>
<ol style="text-align: left;">
<li>Untuk sebuah buku perdana, karya Oki yang berupa memoar ini cukup diperhitungkan. Hal itu terlihat dari<strong> 22 <em>endorsements</em></strong> pujian dari para penulis dan tokoh terkemuka, serta <strong>pengantar dari 4 tokoh besar</strong> yakni <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tifatul_Sembiring">Tifatul Sembiring</a></strong> (Menkominfo RI periode 2009-2014), <a href="http://terbangkelangit.multiply.com/journal/item/48/Prof_Dr_der_Soz_Drs_Gumilar_Rusliwa_Somantri_Sebuah_Otobiografi"><strong>Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri</strong></a> (Rektor Universitas Indonesia), <strong><a href="http://www.rezamyspirit.blogspot.com/">Reza M. Syarief</a></strong> (Grandmaster Motivasi Indonesia), dan <strong><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Neno_Warisman">Bunda Neno Warisman</a></strong>.</li>
<li><em>Cover</em> foto dengan desain yang manis; foto Oki berbalut kerudung berwarna hijau dengan latar biru muda yang ditingkahi dengan bunga-bunga berwarna ungu. Cukup representatif untuk sebuah buku memoar.</li>
<li>Terdapat  foto-foto dokumentasi yang mewarnai tiap <em>chapter</em> buku ini. (Jumlah foto : 21, jumlah <em>chapter</em> : 16)</li>
<li>Kekurangan: ketidaktepatan kaidah tanda penghubung di setiap akhir baris kalimat, sehingga membuat pembaca sedikit tidak nyaman saat membacanya. Selain itu ada beberapa <em>typo</em>. Semoga penerbit Mizania dapat memperbaikinya di cetakan kedua.</li>
</ol>
<p style="text-align: center;"><strong>Galeri Foto</strong> :</p>
<div id="attachment_580" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/Launching-Buku-Oki-SD-2.jpg"><img class="size-medium wp-image-580" title="Launching Buku Oki SD 2" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/Launching-Buku-Oki-SD-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Suasana menanti kedatangan Oki Setiana Dewi</p></div>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" href="https://lh5.googleusercontent.com/-hBoBI1Y4kTI/TX-QCfZsJrI/AAAAAAAAAnE/x9tZnWk26_E/s1600/Launching+Buku+Oki+SD+24.jpg"><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-hBoBI1Y4kTI/TX-QCfZsJrI/AAAAAAAAAnE/x9tZnWk26_E/s320/Launching+Buku+Oki+SD+24.jpg" border="0" alt="" width="240" height="320" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;">Banner, &#8220;Melukis Pelangi, Catatan Hati Oki Setiana Dewi&#8221;.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><img style="margin-left: auto; margin-right: auto;" src="https://lh4.googleusercontent.com/-RTWIBxqPKMU/TX-Md-qBS_I/AAAAAAAAAmo/wkiKl0XEdKw/s320/Launching+Buku+Oki+SD+7.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;">Menunggu kedatangan Oki Setiana Dewi</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" href="https://lh5.googleusercontent.com/-bK4h-w5csbg/TX-M1l1jxVI/AAAAAAAAAms/074w1iInzSM/s1600/Launching+Buku+Oki+SD+9.jpg"><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-bK4h-w5csbg/TX-M1l1jxVI/AAAAAAAAAms/074w1iInzSM/s320/Launching+Buku+Oki+SD+9.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;">Di Stand Mizan</td>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"> </td>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"> </td>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;"> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" href="https://lh4.googleusercontent.com/-nImEztS6a-E/TX-PvrSSVGI/AAAAAAAAAm0/TFVxEkEMnvY/s1600/Launching+Buku+Oki+SD+14.jpg"><img src="https://lh4.googleusercontent.com/-nImEztS6a-E/TX-PvrSSVGI/AAAAAAAAAm0/TFVxEkEMnvY/s320/Launching+Buku+Oki+SD+14.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;">Sumringah</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" href="https://lh3.googleusercontent.com/-MPCaudGxj8c/TX-P0uLdLXI/AAAAAAAAAm4/t88Bw07IJAM/s1600/Launching+Buku+Oki+SD+18.jpg"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-MPCaudGxj8c/TX-P0uLdLXI/AAAAAAAAAm4/t88Bw07IJAM/s320/Launching+Buku+Oki+SD+18.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;">Press Conference</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" href="https://lh6.googleusercontent.com/-e95sMeR21EY/TX_t9PoWDjI/AAAAAAAAAnM/IYQE98rFda4/s1600/Launching+Buku+Oki+SD+19.jpg"><img src="https://lh6.googleusercontent.com/-e95sMeR21EY/TX_t9PoWDjI/AAAAAAAAAnM/IYQE98rFda4/s320/Launching+Buku+Oki+SD+19.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;">Menjawab semua pertanyaan wartawan dengan antusias</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" href="https://lh5.googleusercontent.com/-Bph5ye62qaY/TX-P5es8DpI/AAAAAAAAAm8/EOjYafbrdLE/s1600/Launching+Buku+Oki+SD+22.jpg"><img src="https://lh5.googleusercontent.com/-Bph5ye62qaY/TX-P5es8DpI/AAAAAAAAAm8/EOjYafbrdLE/s320/Launching+Buku+Oki+SD+22.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;">Sedang asyik menandatangani buku</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;" cellspacing="0" cellpadding="0" align="center">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: center;"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" href="https://lh3.googleusercontent.com/-3bq_epk6bv8/TX-QE5NAx9I/AAAAAAAAAnI/zWLypHUfyNo/s1600/Launching+Buku+Oki+SD+25.jpg"><img src="https://lh3.googleusercontent.com/-3bq_epk6bv8/TX-QE5NAx9I/AAAAAAAAAnI/zWLypHUfyNo/s320/Launching+Buku+Oki+SD+25.jpg" border="0" alt="" width="320" height="240" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td class="tr-caption" style="text-align: center;">Sesi terakhir; berfoto bersama</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p><strong>Note :</strong></p>
<p>Dapatkan segera buku ini melalui <a href="http://www.facebook.com/icandra.ican#!/profile.php?id=100000960578307">MataSinema CinemaWatch</a>; <strong>buku dengan tanda tangan + foto Oki Setiana Dewi.</strong> <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/dance_moves.gif' alt='(funkydance)' class='wp-smiley' /> Harga @ Rp 55 rb. Kirim <em>message</em> di FB MataSinema CinemaWatch untuk pemesanan dan keterangan lebih lanjut.  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' />   Terima kasih.  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/worship.gif' alt='(worship)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/03/peluncuran-buku-perdana-oki-melukis-pelangi-catatan-hati-oki-setiana-dewi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>The King&#8217;s Speech : Raja Inggris Yang Gagap</title>
		<link>http://matasinema.org/2011/03/the-kings-speech-raja-inggris-yang-gagap/</link>
		<comments>http://matasinema.org/2011/03/the-kings-speech-raja-inggris-yang-gagap/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Mar 2011 02:22:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rickicahyana</dc:creator>
				<category><![CDATA[REVIEW]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://matasinema.org/?p=564</guid>
		<description><![CDATA[Kesulitan berbicara merupakan masalah terbesar bagi orang yang menderita penyakit ‘gagap’, tapi apa jadinya jika seorang raja ternyata gagap? Inilah salah satu film yang sedang diputar dibeberapa bioskop di Indonesia “The King’s Speech”. Film yang diadaptasi dari kisah nyata seorang Raja Inggris ini, meramaikan daftar film yang wajib ditonton tahun ini. The King’s Speech juga<a href="http://matasinema.org/2011/03/the-kings-speech-raja-inggris-yang-gagap/">&#160;&#160;[ Read More ]</a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/ks-1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-565" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/ks-1.jpg" alt="" width="417" height="313" /></a>Kesulitan berbicara merupakan masalah terbesar bagi orang yang  menderita penyakit ‘gagap’, tapi apa jadinya jika seorang raja ternyata  gagap? Inilah salah satu film yang sedang diputar dibeberapa bioskop di  Indonesia “The King’s Speech”. Film yang diadaptasi dari kisah nyata seorang Raja Inggris ini, meramaikan daftar film yang wajib  ditonton tahun ini. The King’s Speech juga beberapa waktu lalu meraih  piala Oscar dengan kategori Film terbaik, sutradara terbaik, aktor  terbaik (Colin Firth), dan naskah terbaik. Film yang disutradarai oleh  Tom Cooper ini berhasil menyedot perhatian masyarakat dunia atas  karyanya ini. Selain itu, film ini juga diramaikan oleh beberapa  aktor/aktris pemeran di film “Harry Potter”.</p>
<p><strong>CERITA</strong></p>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/ks2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-566" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/ks2-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a>Scene  pembuka ditunjukkan dengan kedatangan pangeran Albert (Colin Firth)  yang didampingi oleh Istri, Elizabeth di sebuah stadion terkemuka di  Inggris. Ketika itu panggeran Albert mendapatkan tugas untuk  menyampaikan pidato dari sang ayah Raja George V. Tapi, apa yang  terjadi? “Ladies and gentleman, rrrrrrr…” Ia sangat sulit mengemukakan  isi teks pisato selanjutnya. Hal ini membuat masyarakat Inggris yang  hadir di stadion tersebut merasa tidak yakin bahwa seorang pangeran  tidak bisa berbicara dengan lancar alias gagap  <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/w00t.gif' alt='(woot)' class='wp-smiley' /> . Rasa malu dan putus asa  menghampiri pengeran albert, ia merasa dirinya tidak pantas untuk  menjadi seorang pangeran Inggris. Elizabeth pun terus memberikan  dukungan kepada sang suami tercinta. <img src='http://matasinema.org/wp-content/plugins/smilies-themer/plurk/cozy.gif' alt='(cozy)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/ks3.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-567" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/ks3-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Mencari solusi kesana  kemari pun tidak berhasil, alhasil Elizabeth melihat sebuah  iklan yang menunjukkan bahwa ada ahli terapis yang mampu mengobati penyakit  gagap seperti yang diderita oleh sang suami. Akhirnya, Elizabeth  mendatangi terapis tersebut. Elizabeth dipertemukan oleh Lionel  logue (Geoffrey Rush) yang berjanji akan berusaha untuk mengobati  pangeran albert. Setelah dibujuk oleh sang istri, albert pun datang ke  tempat praktek tersebut. Walaupun demikian, albert masih merasa  tidak PD untuk berobat kepada logue. Logue membujuk albert untuk  membacakan sebuah teks, tapi tetap saja ia tersendat untuk membacanya.  Logue pun memperkenalkan cara berikutnya dengan memasang seperti headset  ditelinga albert dengan alunan musik yang keras dan pangeran albert  membacanya sambil direkam suaranya menggunakan piringan hitam. Setelah  melakukan hal tersebut, albert membanting headset karena merasa cara ini  dianggap paling bodoh yang pernah dilakukannya, Logue pun memberikan  piringan hitam kepada albert untuk didengarkan dirumah.</p>
<p>Malam  harinya, Albert penasaran dengan hasil rekamannya. Ia pun mencoba  mendengarkannya, apa yang terjadi? Suara albert terdengar lantang dan  tidak gagap.  Elizabeth pun kaget mendengarkannya, besoknya albert  datang kembali ke tempat praktek Logue dan mau nurut dengan anjuran  Logue. Terapi terus dilakukan oleh sang pangeran hingga hubungan albert  dan Logue berubah menjadi hubungan perrsahabatan. Sampai pada suatu  hari, Raja George V meninggal dunia namun beliau mewariskan tahta raja  kepada kakak albert Edward. Berita ini menjadi polemik lantaran Edward  akan menikahi seorang janda, tentunya tidak boleh jika seorang raja  mempunyai istri seorang janda. Akhirnya, Edward memutuskan pemindahan  kuasa kepada sang adik Pangeran Albert. Albert gusar, lantaran ia harus  mengucapkan janji dan sumpah raja dihadapan jutaan masyarakat Inggris  serta pidato serah jabatan. Ia terus berkonsultasi dengan Logue, latihan  juga terus diilakukan sampai pada setik-detik pelantikannya. Akhirnya  Albert mampu melakukan itu semua, bahkan pidato kenegaraan pun bisa  dilalui dengan lancar.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/ks4.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-568" src="http://matasinema.org/wp-content/uploads/2011/03/ks4.jpg" alt="" width="431" height="251" /></a></p>
<div><strong>SETTING/LATAR</strong></div>
<div>Tampilan  background film yang cukup baik, menggambarkan suasana Inggris di tahun  1926. Menggambarkan juga kehidupan masyarakat Inggris pada waktu itu.  Selain itu, didalam cerita pun cukup banyak dialog dan ekspresi humor  yang membuat penonton tertawa.</div>
<div><strong>PESAN MORAL</strong></div>
<div>Pantang  menyerah melakukan sesuatu hal yang awalnya tidak bisa sekalipun tidak  mungkin ternyata bisa berubah menjadi sesuatu yang mungkin saja bisa  terjadi. Sifat tanggung jawab pun sangat penting dimiliki oleh seorang  pemimpin, apalagi mempunyai rakyat hyang cukup banyak. Semoga pesan  moral difilm ini bisa dipetik oleh para penonton.</div>
<div>Ricki Cahyana | MataSinema</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://matasinema.org/2011/03/the-kings-speech-raja-inggris-yang-gagap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

